Temuan jenazah diduga keluarga pelatih Valencia di operasi hari kesepuluh. (Dok Basarnas Maumere)
Operasi hari kesepuluh ini melibatkan 160 personel dari puluhan instansi, termasuk Basarnas Maumere, Pos SAR Manggarai Barat, KSOP, Polairud, Lanal, BTNK, P3KOM, BPBD, Imigrasi, hingga penyelam profesional dari Gahawisri, Alexa Phinisi, Wetfrog Dive, Scuba Republic, dan lainnya. Seluruhnya didukung 18 unit kapal termasuk KN SAR Puntadewa, RIB Pos SAR, speed boat swasta seperti Reveira, Waikiko, GT-1, Pinguin, Salwa serta peralatan SAR canggih seperti seabob, 2D-sonar, tactical diver thruster, scooter Bonex, drone underwater SRV-8, multi beam sonar dari ITB Bandung dan Distrik Navigasi Kupang, drone thermal, serta Starlink untuk komunikasi.
Tim SAR Gabungan sebelumnya telah menemukan satu jenazah perempuan pada Senin pagi (29/12/2025) yang diidentifikasi sebagai keluarga Fernando Martin. Jenazah tersebut ditemukan di perairan utara Pulau Serai sekitar pukul 06.05 WITA oleh warga setempat.
Kecelakaan kapal wisata ini terjadi Jumat malam (26/12/2025) saat kapal mengalami mati mesin dan diterjang gelombang tinggi ketika akan menuju Pulau Komodo. Tujuh penumpang selamat, termasuk istri Fernando Martin dan satu putrinya yang kini mendapat pendampingan penuh. Sementara Fernando dan tiga anaknya hilang pasca kapal wisata tersebut tenggelam.