Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20250610_173110.jpg
Pria di Kupang tewas tenggelam di area budidaya mutiara. (Dok Polres Kupang)

Intinya sih...

  • Nelayan nomaden Thamrin (44) ditemukan tewas mengapung di area budidaya mutiara milik PT. TOM, Perairan Lalendo, Kupang.

  • Thamrin sering mengalami gangguan mental dan kerap berenang tanpa arah, ia ditemukan hanya mengenakan celana pendek oleh karyawan PT Tom.

  • Dokter RS Bhayangkara Kupang tidak menemukan tanda kekerasan pada jenazah Thamrin, namun menemukan gejala kekurangan oksigen berat sebelum meninggal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Warga Desa Kuanheun, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), geger dengan penemuan jenazah seorang pria yang kemudian diketahui bernama Thamrin (44). Jenazah Thamrin ditemukan mengapung di area budidaya mutiara milik PT. TOM, Perairan Lalendo, oleh para karyawan perusahaan tersebut, Selasa (10/6/2025) sekitar pukul 09.45 WITA.

"Ya benar, temuan tadi pagi oleh karyawan PT TOM saat para pekerja memulai aktivitas rutin di rakit pembibitan mutiara," terang Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo melalui Kapolsek Kupang Barat, Iptu Syamsudin Noor.

1. Seorang nelayan nomaden

Tim gabungan sekuriti perusahaan dan Brimob mengevakuasi jenazah. (Dok Polres Kupang)

Thamrin sendiri, kata dia, merupakan warga kelahiran Raha, asal Sulawesi Tenggara, pada 17 Agustus 1979. Ia adalah nelayan yang sering berpindah tempat tinggal atau nomaden. Sementara ia berdomisili di Kecamatan Alak, Kota Kupang.

"Korban memang nelayan dan sering berpindah tempat tinggal lalu pagi tadi ditemukan mengapung di Perairan Lalendo, kawasan budidaya mutiara," tukasnya.

Namun menurut keluarga, korban belakangan mengalami gangguan mental dan kerap berenang di area Pelabuhan Ferry Bolok dan sekitar Mako Polairud. Ia bahkan pernah dievakuasi aparat karena berenang tanpa arah di laut.

2. Temuan dan evakuasi

ilustrasi orang yang tenggelam (pexels.com/Luca Nardone)

Korban hanya mengenakan celana pendek saat ditemukan pertama kali oleh 8 karyawan PT Tom. Jenazahnya dalam posisi terlentang dan mengapung di antara rakit. Mereka lalu melapornya ke sekuriti PT. TOM yang kemudian menghubungi Pos Jaga Brimob. Akhirnya, tim gabungan sekuriti perusahaan dan anggota Brimob menuju lokasi menggunakan speedboat.

Tim ini mengevakuasi jenazah pukul 09.45 WITA ke Dermaga PT. TOM. Kemudian ditangani anggota Polairud Polda NTT ke Mako Polairud berlanjut ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kupang untuk pemeriksaan medis.

3. Tewas tenggelam

Ilustrasi tenggelam (IDN Times/Agung Sedana)

Dokter RS Bhayangkara Kupang, dr. Edwin Tambunan, menjelaskan tak ada bukti atau tanda-tanda kekerasan saat pemeriksaan luar terhadap jenazah. Ia hanya menemukan buih di mulut dan hidung, luka lecet pada bagian tubuh dan kaki, serta luka robek di kepala sebelah kiri atau gejala kekurangan oksigen berat sebelum meninggal.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah. Surat pernyataan penolakan otopsi disiapkan dan akan didokumentasikan oleh pihak berwenang.

Editorial Team