Ilustrasi belajar menggunakan laptop. (Dok. Pixabay/StockSnap)
Kepala Sentra Efata, Tota Oceanna Zonneveld, menyampaikan hal itu dalam zoom meeting dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Idit Supriadi Priatna, 10 April lalu.
"Sehingga tahun ini yang diterima adalah 50 anak usia SMP kelas 7," tukasnya dalam zoom meeting tersebut.
Ia mengaku proses seleksi tidak mudah. Dalam laporannya, jelas dia, dari 365 sekolah di Kabupaten Kupang misalnya, data penjangkauan mereka mencakup 1.365 anak. Verifikasi awal ditemukan 611 anak berdasarkan status Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Sementara ground check dari petugas PKH dan data yang diterima dari Direktorat Jaminan Sosial, disebut anak usia 13 - 15 di Kabupaten Kupang jumlahnya 10 ribu lebih. Jumlah ini yang harus diseleksi untuk Program Sekolah Rakyat.
"Jadi untuk menyaring atau menyeleksi untuk dapat 50 dari 10 ribu itu bukan hal yang mudah. Izin, Pak. Itu sebabnya kami memandang perlu untuk menyampaikan kepada Bapak Ibu kepala sekolah. Jadi untuk kabupaten Kupang tahun ini baru bisa 50 anak," kata dia.