Ahli hukum Kabag Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Kupang, Roni Natonis. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)
Menurut Roni, rapat yang dihadiri para komisi termasuk para pimpinan DPRD Kupang ini memperdebatkan perihal anggaran perjalanan. Ia mengaku hanya diam dan tak menanggapi perdebatan tersebut namun kemudian diamuk kedua oknum dewan tersebut.
"Pak Tome marah ke saya dengan bahasa kasarnya, memaki dengan menyebut nama binatang, langsung lempari saya, cekik saya, sampai saya tersudut langsung Pak Okto tambah, dia datang tumbuk muka saya," ceritanya, Senin (23/6/2025), di kantor pengacaranya.
Pria 53 tahun itu tak membalas perbuatan keduanya tapi langsung meminta izin kepada pimpinan DPRD Kupang untuk meninggalkan ruangan. Rapat itu mulanya membahas soal pembayaran kunjungan kerja (kunker) para anggota dewan. Kemudian mereka mengusulkan dana Rp921 juta untuk operasional dipakai membiayai bimbingan teknis ke Jakarta. Sementara anggaran itu, kata Roni, sudah diposkan untuk membiayai kunjungan kerja ke kecamatan sebesar Rp540 juta.
"Saya tidak mau alihkan anggaran itu karena posnya sudah ada dan bukan untuk bimtek kemudian mereka lakukan pemukulan ke saya" sebut dia.