Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260104-WA0012.jpg
Temuan jenazah diduga keluarga pelatih Valencia di operasi hari kesepuluh. (Dok Basarnas Maumere)

Intinya sih...

  • Jasad korban tenggelam kapal KM Putri Sakinah ditemukan di NTT

  • Identifikasi jasad masih berlangsung, melibatkan 160 personel dan alat canggih

  • Sebelumnya, satu jenazah keluarga pelatih Valencia telah ditemukan di perairan utara Pulau Serai

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Operasi pencarian hari kesepuluh terhadap tiga keluarga pelatih tim wanita B Valencia CF, Fernando Martín Carreras, membuahkan hasil tragis lagi. Tim SAR gabungan menemukan satu jasad diduga WNA Spanyol korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah ditemukan pada Sabtu pagi (4/1/2026) pukul 08.47 WITA.

"Temuan ini oleh tim RIB KPJ 2007 Ditpolairud Polda NTT di koordinat 8°36'32.58"S - 119°36'32.22"E, sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kapal karam (LKK)," ungkap Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman.

1. Masih harus diidentifikasi

Temuan jenazah diduga keluarga pelatih Valencia di operasi hari kesepuluh. (Dok Ditpolairud Polda NTT)

Ia juga mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan ini langsung dievakuasi ke KN SAR Puntadewa, kemudian dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk identifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo.

"Identifikasi masih berlangsung, karena proses forensik butuh waktu akurat meskipun jasad ini diduga kuat adalah salah satu dari tiga korban tersisa pasca-tenggelamnya KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025," tambah dia.

Selanjutnya pencarian fokus penyisiran pulau-pulau terdekat Pulau Padar, penyelaman intensif, serta pemetaan bawah air dengan sonar.

2. Libatkan 160 personel

Temuan jenazah diduga keluarga pelatih Valencia di operasi hari kesepuluh. (Dok Basarnas Maumere)

Ia menyebut operasi hari terakhir ini melibatkan 160 personel dari puluhan instansi, termasuk Basarnas Maumere (32 orang), Pos SAR Manggarai Barat, KSOP, Polairud, Lanal, BTNK, P3KOM, BPBD, Imigrasi, hingga penyelam profesional dari Gahawisri, Alexa Phinisi, Wetfrog Dive, Scuba Republic, dan lainnya.

Sementara dukungan alat utama mencapai 18 unit kapal termasuk KN SAR Puntadewa, RIB Pos SAR, speed boat swasta seperti Reveira, Waikiko, GT-1, Pinguin, Salwa serta peralatan SAR canggih seperti seabob, 2D-sonar, tactical diver thruster, scooter Bonex, drone underwater SRV-8, multi beam sonar dari ITB Bandung dan Distrik Navigasi Kupang, drone thermal, serta Starlink untuk komunikasi.

"Operasi hari ini mencari 3 WNA Spanyol dengan satu temuan baru di hari ini," ungkapnya.

3. Temuan jasad sebelumnya

Temuan jenazah diduga keluarga pelatih Valencia di operasi hari kesepuluh. (Dok Basarnas Maumere)

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah perempuan pada Senin pagi (29/12/2025) yang diidentifikasi sebagai keluarga Fernando Martin. Jenazah tersebut ditemukan di perairan utara Pulau Serai sekitar pukul 06.05 WITA oleh warga setempat.

Kecelakaan kapal wisata ini terjadi Jumat malam (26/12/2025) saat kapal mengalami mati mesin dan diterjang gelombang tinggi ketika akan menuju Pulau Komodo. Tujuh penumpang selamat, termasuk istri Fernando Martin dan satu putrinya yang kini mendapat pendampingan penuh. Sementara Fernando dan tiga anaknya hilang pasca kapal wisata tersebut tenggelam.

Editorial Team