Lintang Hadi (kanan) bersama salah satu pelaku UMKM yang tergabung di Rumah BUMN BRI Mataram. (IDN Times/Linggauni)
Untuk memastikan pemahaman yang baik tentang penggunaan QRIS, Rumah BUMN BRI Mataram melakukan pendekatan langsung kepada pelaku UMKM. Tim Rumah BUMN mendatangi tempat usaha para pelaku UMKM untuk memberikan edukasi dan panduan tentang penggunaan QRIS.
"Pendekatan kami sangat langsung. Tim Rumah BUMN datang ke tempat usaha untuk memberikan pemahaman dan panduan tentang penggunaan QRIS," tutur Lintang.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan adopsi QRIS di kalangan UMKM. Kota Mataram mencatat jumlah merchant QRIS terbanyak di NTB, dengan total 87.593 merchant.
Sejak implementasi program QRIS, pelaku UMKM di Mataram memberikan respons yang sangat positif. Mereka merasakan manfaat langsung dari kemudahan transaksi, keamanan, dan efisiensi yang ditawarkan oleh sistem pembayaran digital ini.
"Manfaat yang paling dirasakan itu salah satunya adalah transaksi yang lebih praktis," ungkap Lintang.
Selain itu, penggunaan QRIS juga mendorong pelaku UMKM untuk lebih melek teknologi dan siap bersaing di era digital. Dengan dukungan dari Rumah BUMN BRI Mataram, para pelaku usaha kecil dapat naik kelas dan memperluas jangkauan pasar mereka.
“Saya kan jualan di rumah, saya juga pakai QRIS. Kalau ikut-ikut event juga QRIS sangat membantu. Transaksinya mudah dan gak perlu menyiapkan uang kembalian. Pokoknya saya sangat senang dengan adanya QRIS ini,” kata salah satu UMKM binaan Rumah BUMN BRI Mataram, Nur’aini.
Pemilik UMKM Manha 99 ini mengungkapkan kemudahan-kemudahan yang dirasakan saat menggunakan QRIS untuk transaksi pelanggan. Ia merasa bahwa tidak perlu menyiapkan uang pecahan kecil lagi untuk kembalian, sebab pelanggan akan membayar dengan harga yang pas melalui QRIS.