Takut adalah perasaan yang sangat manusiawi, apalagi ketika kita berhadapan dengan keputusan besar, perubahan, atau langkah yang belum pernah dijalani sebelumnya. Rasa ragu muncul, pikiran-pikiran "bagaimana jika gagal?" atau "bagaimana jika aku tidak cukup kuat?" mulai mengisi kepala. Kadang, ketakutan itu begitu besar hingga membuat kita membeku, tidak berani melangkah maju, meski di hati kecil tahu bahwa diam terlalu menyakitkan.
Surat ini ditulis untukmu, yang sedang berdiri di ambang pintu perubahan, namun masih memeluk rasa takutmu erat-erat. Kamu tidak lemah karena merasa takut. Justru keberanian sejati muncul saat kamu memilih untuk tetap bergerak meski gemetar. Ini bukan surat yang menuntutmu untuk segera yakin, melainkan pelukan dalam kata yang mengingatkan: kamu boleh takut, tapi kamu juga bisa tetap melangkah.
Berikut surat untuk diri sendiri yang takut melangkah.