Ulang tahun sering kali menjadi momen penuh makna, bukan hanya tentang lilin dan ucapan selamat, tapi tentang perenungan diam-diam yang muncul di sela harapan dan kenyataan. Ini adalah waktu di mana kita menoleh ke belakang, menghitung langkah yang telah dilalui, dan bertanya ke diri sendiri: sudah sejauh apa aku tumbuh? Sudah seberapa jujur aku menjalani hidupku?
Surat ini ditulis untuk dirimu sendiri, di hari yang katanya milikmu. Sebuah ruang yang sunyi tapi hangat, untuk berbincang dengan hati sendiri tanpa penilaian. Karena di antara semua perayaan dan harapan dari orang lain, kamu juga berhak mendengar suara dari dalam: tentang syukur, tentang luka yang sembuh, dan tentang cinta yang tumbuh pelan-pelan, dari dalam dirimu sendiri.
Berikut surat untuk diri sendiri saat ulang tahun.