7 Negara yang Warganya Tidak Perlu Antre untuk Naik Haji

Setiap tahun, jutaan umat muslim dari seluruh dunia berbondong-bondong menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Namun, karena keterbatasan kuota yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi, banyak negara memberlakukan sistem antrean, bahkan hingga puluhan tahun, demi mengatur jumlah jemaah haji yang berangkat.
Di Indonesia, misalnya, waktu tunggu haji regular bisa mencapai 20 hingga 40 tahun di beberapa wilayah. Menariknya, ada sejumlah negara yang tidak memiliki antrean panjang, bahkan jamaah bisa langsung berangkat di tahun yang sama saat mendaftar. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor seperti jumlah penduduk muslim yang kecil, sistem pengelolaan haji yang efisien, hingga kuota yang mencukupi.
Berikut 7 negara yang warganya tidak perlu menunggu lama untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima.
1. Brunei Darussalam

Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang relatif kecil, Brunei tidak mengalami permasalahan antrean haji seperti di negara-negara dengan populasi muslim besar. Dengan kuota sekitar 1.000 orang per tahun dan tingkat permintaan yang seimbang, calon jemaah haji bisa langsung berangkat tanpa harus menunggu lama.
Berdasarkan laporan dari Ministry of Religious Affairs Brunei, pemerintah Brunei memberikan subsidi besar terhadap biaya haji, sehingga pelaksanaan ibadah menjadi lebih terorganisir. Penanganan administratif juga sangat efisien, karena dikelola langsung oleh Kementerian Agama Brunei yang memiliki sistem pendaftaran yang transparan dan cepat.
2. Maladewa

Maladewa adalah negara kepulauan kecil di Samudra Hindia dengan jumlah penduduk muslim sekitar 500.000 orang. Setiap tahun, permintaan haji di negara ini sangat rendah dibandingkan kuota yang diberikan oleh Arab Saudi.
Karena minimnya jumlah pendaftar, warga Maladewa yang ingin menunaikan ibadah haji bisa langsung mendaftar dan berangkat pada tahun yang sama. Bahkan, Maldives Hajj Corporation melaporkan bahwa beberapa tahun lalu, kuota haji negara ini tidak sepenuhnya terpakai.
3. Suriname

Suriname merupakan negara kecil di Amerika Selatan yang memiliki minoritas muslim dari keturunan Jawa dan India. Meski minoritas, komunitas muslim di sana cukup aktif dalam kegiatan keagamaan, termasuk haji.
Karena populasi muslimnya kecil dan jumlah calon jamaah haji tidak terlalu banyak, antrean hampir tidak ada. Pemerintah Suriname dan organisasi keagamaan setempat juga bekerja sama dalam mengatur keberangkatan haji secara langsung tanpa sistem tunggu yang panjang.
4. Guyana

Guyana, tetangga Suriname di Amerika Selatan, juga memiliki komunitas muslim kecil yang sebagian besar berasal dari keturunan India. Jumlah peminat haji dari negara ini sangat sedikit sehingga kuota tahunan jarang sekali penuh.
Calon jamaah dari Guyana bisa langsung mengajukan permohonan dan berangkat di tahun yang sama. Meski logistik perjalanan cukup menantang karena jarak yang jauh, proses administratif haji di sana relatif cepat dan tidak memerlukan daftar tunggu.
5. Seychelles

Seychelles adalah negara kepulauan kecil di Samudra Hindia dengan populasi muslim yang sangat kecil, hanya sekitar 1% dari total penduduk. Dengan angka tersebut, hanya segelintir warga yang mendaftar haji setiap tahunnya.
Karena minimnya permintaan, jamaah dari Seychelles hampir tidak pernah mengalami antrean. Pemerintah Arab Saudi tetap memberikan kuota sebagai bentuk penghormatan terhadap umat muslim di seluruh dunia, termasuk dari negara-negara kecil.
6. Fiji

Fiji memiliki jamaah muslim kecil yang aktif, terutama keturunan India yang menetap sejak masa kolonial. Walaupun jamaahnya aktif dalam kehidupan beragama, jumlah calon haji dari Fiji setiap tahunnya tidak banyak.
Hal ini membuat pendaftaran haji di Fiji sangat fleksibel. Tidak ada sistem antre panjang, dan banyak jamaah bisa langsung berangkat ketika mereka siap secara finansial dan administratif.
7. Bosnia

Bosnia dan Herzegovina memiliki sejarah Islam yang panjang, namun jumlah peminat haji relatif sedikit jika dibandingkan dengan kuota yang tersedia. Pemerintah Bosnia memiliki sistem pendaftaran terpusat yang efisien dan tidak membatasi calon jamaah dengan antrean panjang.
Walaupun negara ini memiliki populasi muslim yang besar, tingkat keberangkatan haji tetap seimbang. Biasanya, jamaah bisa mendaftar dan berangkat di tahun yang sama atau paling lama satu tahun setelah pendaftaran.
Itulah 7 negara yang jamaah hajinya tidak perlu menunggu lama untuk bisa menunaikan rukun Islam yang kelima.