Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi festival holi di India (unsplash.com/bhupesh pal)
Ilustrasi festival holi di India (unsplash.com/bhupesh pal)

Di tengah teriknya musim semi dan hiruk-pikuk kota-kota India, ada satu momen yang mengubah segalanya menjadi pesta warna, tawa, dan kebersamaan, itulah festival Holi. Setiap tahun, biasanya pada bulan Maret, jalanan India berubah menjadi kanvas raksasa yang penuh warna. Orang-orang dari berbagai usia dan latar belakang saling melempar bubuk warna, menyiram air berwarna, dan tertawa tanpa sekat.

Holi bukan sekadar festival, tapi momen perayaan kehidupan itu sendiri, penuh semangat, kebebasan, dan simbol pembersihan dari dendam serta luka masa lalu. Bagi yang pertama kali menyaksikan Holi, mungkin akan terasa seperti mimpi, ribuan orang mengecat satu sama lain dengan warna-warni cerah, musik dan tarian bergema di jalanan, dan batas sosial seolah menghilang begitu saja.

Di balik kemeriahan itu, Holi menyimpan makna spiritual yang dalam. Ini adalah perayaan kemenangan kebaikan atas kejahatan, sinar atas kegelapan, dan cinta atas kebencian. Di hari Holi, semua orang diajak untuk kembali menjadi kanak-kanak dalam semangat, sekaligus menjadi manusia dewasa dalam pengampunan.

Berikut momen festival Holi di India, ketika dunia jadi kanvas warna-warni.

1. Asal-usul Holi: legenda, api, dan kemenangan kebaikan

potret Nick Jonas dan Priyanka Chopra rayakan Holi di Mumbai (instagram.com/priyankachopra)

Holi memiliki akar yang sangat dalam dalam mitologi Hindu, khususnya kisah tentang Holika dan Prahlad. Dikisahkan, Raja Hiranyakashipu adalah penguasa yang arogan dan memaksa semua orang untuk menyembahnya. Namun putranya, Prahlad, tetap setia kepada Dewa Wisnu. Holika, saudari raja, mencoba membakar Prahlad dengan cara duduk di atas api bersamanya, dengan keyakinan bahwa ia tak akan terbakar berkat jubah pelindung.

Namun jubah itu justru melindungi Prahlad, dan Holika terbakar habis. Inilah simbol bahwa kejahatan tak akan pernah menang atas kebaikan. Malam sebelum Holi dirayakan sebagai “Holika Dahan”, saat api unggun dinyalakan untuk memperingati kemenangan Prahlad. Orang-orang berkumpul, menyanyikan lagu-lagu pujian, dan membakar simbol Holika.

Ritual ini bukan sekadar tradisi, tapi pengingat bahwa kesombongan, kemarahan, dan kebencian harus “dibakar” agar hati bisa bersih menerima musim baru, baik musim semi, maupun lembaran baru dalam hidup.

2. Warna-warni yang membebaskan: hari Holi dimulai

momen perayaan holi Karisma Kapoor (instagram.com/therealkarismakapoor)

Keesokan harinya, saat pagi datang, jalanan mulai dipenuhi oleh tawa dan warna. Orang-orang membawa “gulal” (bubuk warna-warni) dan menyapukan ke wajah satu sama lain sambil berkata, “Happy Holi!” Tak peduli siapa kamu, tua atau muda, kaya atau miskin, semua orang adalah ‘sahabat warna’ di hari itu. Bahkan turis asing pun tak luput dari kejaran tangan-tangan penuh warna.

Bubuk warna ini bukan sembarang warna. Dalam tradisi India, setiap warna punya makna. Merah melambangkan cinta dan kesuburan, biru adalah warna Dewa Krishna, hijau menandakan kehidupan dan harmoni, sementara kuning melambangkan kebahagiaan dan kedamaian. Jadi saat orang saling melempar warna, itu bukan sekadar bermain-main, melainkan menyebarkan harapan, cinta, dan kebaikan.

3. Musik, tarian, dan euforia massal

Potret Festival Holi (pixabay.com/siddhartha76)

Holi tak lengkap tanpa musik dan tarian. Di berbagai sudut kota, pengeras suara berdentumkan lagu-lagu Bollywood dan musik tradisional. Orang-orang menari dengan semangat lepas, seperti lupa beban hidup sejenak. Bahkan mereka yang biasanya pendiam pun ikut bergoyang, terhanyut dalam ritme dan suasana yang meriah.

Di beberapa kota seperti Mathura dan Vrindavan, yang terkenal karena kaitannya dengan kisah cinta Krishna dan Radha, perayaan Holi bahkan berlangsung berhari-hari. Pertunjukan tari rakyat, drama religi, dan parade warna menjadi bagian dari perayaan besar yang menyatukan ribuan orang dalam satu denyut kebahagiaan. Inilah festival di mana tubuh lelah, tapi hati justru terasa segar dan bebas.

4. Pengampunan dan awal yang baru

ilustrasi menikmati festival holi (unsplash.com/Shubham)

Di balik euforia dan keriuhan, Holi juga membawa pesan pengampunan. Banyak orang menggunakan kesempatan ini untuk memperbaiki hubungan, meminta maaf, dan menghapus dendam. Saat kamu memakaikan bubuk warna ke wajah seseorang, kamu secara simbolis mengatakan, “Kita mulai dari awal.”

Holi menjadi waktu di mana orang tua kembali akrab dengan anaknya, sahabat yang bertengkar kembali berdamai, bahkan tetangga yang tadinya saling diam kini berbagi tawa. Ada kekuatan yang unik dalam warna-warni Holi, ia melunakkan hati, membuka pintu untuk rekonsiliasi, dan menjadikan manusia lebih manusiawi.

Festival Holi di India adalah pengingat bahwa dunia bisa lebih indah jika kita saling memercikkan warna, bukan kebencian. Momen ketika batas sosial dan emosi dilebur dalam tawa dan cinta, ketika orang bisa menari tanpa malu, memaafkan tanpa ragu, dan berbagi warna tanpa syarat. Mungkin dunia tak selalu bisa jadi kanvas warna-warni setiap hari, tapi Holi menunjukkan bahwa satu hari saja cukup untuk mengingatkan kita, hidup itu indah saat kita rayakan bersama.

Demikian momen festival Holi di India, ketika dunia jadi kanvas warna-warni.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team