Comscore Tracker

Introvert vs Anxious, Bagaimana Cara Membedakannya?

Pernahkah kamu takut menghadapi keramaian? Itu anxious!

Pernahkah kamu takut menghadapi keramaian atau kamu takut jadi pusat perhatian? Itu bukan introvert, tapi itu anxious. Masih banyak orang yang keliru membedakan antara kepribadian introvert dengan anxious, padahal kedua hal tersebut jelas berbeda dan tidak sama.

Apa dan di mana letak perbedaan introvert dan anxious? Simak penjelasan berikut ini.

1. Kepribadian introvert

Introvert vs Anxious, Bagaimana Cara Membedakannya?Pinterest

Seorang dikatakan introvert ketika dia lagi mau self-recharge atau self-healing, dia menyendiri. Jadi introvert itu bukan dilihat dari pendiamnya orang, tidak suka keluar rumah, tidak bisa bicara di depan orang banyak, gampang cemas, atau sifat minderannya.

Introvert itu juga bukan dilihat dari bisa atau tidaknya seorang bergaul. Bisa atau tidaknya seseorang bergaul itu bukan karena dia introvert, ektrovert atau ambivert, tapi karena interpersonal skill-nya yang mungkin kurang dominan.

2. Seorang dengan anxious

Introvert vs Anxious, Bagaimana Cara Membedakannya?Pinterest

Seseorang dengan anxious bisa merasa cemas berlebih secara terus-menerus terhadap berbagai hal, mulai dari pekerjaan, kesehatan, hingga hal-hal sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti berinteraksi dengan orang lain, atau cemas ketika berada dikeramaian.

Rasa cemas ini muncul umumnya karena berhadapan dengan situasi yang dianggap dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang ada di dalam dirinya.

Baca Juga: 13 Etika Dasar dalam Kehidupan Manusia di Muka Bumi, Kamu Wajib Tahu!

3. Perbedaan introvert dan anxious

Introvert vs Anxious, Bagaimana Cara Membedakannya?Pinterest

Seorang introvert itu ketika mau recharge energi dia menyendiri, namun jika ketemu sama keramaian maka seorang introvert itu biasa saja. Sedangkan, ketika ketemu keramaian kamu jadi cemas, bingung, takut dan tidak kuat, maka bisa dikatakan kamu anxious.

Paham bedanya kan ya? Jadi seorang introvert itu belum tentu anxious, tapi kalau anxious itu bisa dirasakan oleh siapa saja, termasuk si introvert, ektrovert dan si ambivert.

4. Penyebab anxious

Introvert vs Anxious, Bagaimana Cara Membedakannya?Pinterest

Salah satu penyebab dari anxious karena trauma masa kecil. Secara karakteristik, orang-orang yang memiliki trauma masa kecil akan menunjukkan masalah dengan kepercayaan, keintiman, perilaku adiktif dan kompulsif, serta hubungan saling ketergantungan.

Akibatnya, trauma masa kecilnya membuatnya menjadi orang yang sering kali merasa tidak percaya diri, antikritik, mudah tersinggung, mudah marah, takut disakiti orang lain, khawatir, cemas, dan merasa tidak aman. Perilaku-perilaku tersebut merupakan bentuk pertahanan diri terhadap bahaya yang diciptakan oleh lingkungan.

5. Apa yang harus dilakukan jika kamu mengidap anxious?

Introvert vs Anxious, Bagaimana Cara Membedakannya?Pinterest

Sadari bahwa tidak hanya kamu yang memiliki kecemasan bicara di depan orang banyak atau cemas ketemu sama orang asing, tapi semua orang memiliki kecemasan itu. Sebagai manusia, itu masih normal selama kecemasan kamu tidak parah dan masih mampu kamu atasi.

Yang masalah adalah ketika kecemasan itu kamu biarkan membesar sampai mengganggu aktivitas, interaksi sosial, sampai-sampai punya efek pada ketidakpercayaan dirimu. Anxious itu ibarat pembully, semakin sering kamu dikuasai maka semakin sering kamu di bawah kendalinya dan semakin dia berkuasa dan menang.

Anxious yang muncul secara terus menerus sampai mengganggu aktivitasmu berpotensi membuat dirimu merasa depresi. Oleh karena itu, jika kamu mengalami rasa cemas yang berkepanjangan, segera konsultasikan dengan psikiater agar kamu mendapatkan penanganan yang sesuai.

Baca Juga: Mengenal Kepribadian Ambivert, Kombinasi Introvert dan Ektrovert

Hirpan Rosidi Photo Community Writer Hirpan Rosidi

Hirpan Rosidi, laki-laki kelahiran 1997 yang tidak pandai mendeskripsikan dirinya. Karena kemampuan menulisnya dibawah rata-rata, dia memiliki cita-cita yang dimana dia sendiri tidak terlalu berharap cita-citanya bisa terwujud; yaitu disalah satu rak toko buku, di antara buku-buku dari penulis besar itu, terselip satu judul buku dengan nama Hirpan Rosidi sebagai penulisnya. Berbekal lulusan Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan kecintaannya pada literasi, menjadikannya ingin membangun perpustakaan untuk anak-anak dan warga di kampungnya.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya