Comscore Tracker

5 Aturan Curhat yang Wajib Kamu Tahu, Jangan Sembarangan Cerita!

Curhat boleh, tapi tidak semua hal bisa kamu ceritakan!

Pernah tidak kamu merasa hatimu tenang setelah curhat (curahan hati) ke seorang yang kamu percaya? Itulah alasan kenapa kesedihan yang kamu rasakan perlu diceritakan, kemarahan perlu diurai melalui metode curhat, juga kebencian perlu dinetralkan dengan curhat.

Namun di sisi lain, curhat kadang tidak membuat kamu tenang dikarenakan kamu tidak menerapkan 5 aturan ini ketika curhat. Apa saja 5 aturan curhat itu? Berikut 5 aturan yang perlu kamu perhatikan saat kamu curhat. Check it out!

1. Kamu boleh cerita tentang apapun, tapi tidak semua hal bisa kamu ceritakan

5 Aturan Curhat yang Wajib Kamu Tahu, Jangan Sembarangan Cerita!Pinterest

Tanpa disadari banyak orang menceritakan sesuatu yang seharusnya dia tidak ceritakan ketika dia curhat ke teman. Kalau curhatnya sama psikolog sih tidak apa-apa, karena seorang psikolog itu punya kode etika yang mengatur dirinya sama kliennya.

Kamu boleh cerita tentang apapun, tapi tidak semua hal bisa kamu ceritakan. Karena beberapa cerita akan membuatmu tenang jika kamu tetap simpan. Lebih baik tetap memendamnya.

2. Kamu boleh cerita saat sesuatu hal terjadi, tapi pastikan kamu siap menceritakannya

5 Aturan Curhat yang Wajib Kamu Tahu, Jangan Sembarangan Cerita!Pinterest

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa jangan membuat janji ketika lagi senang dan jangan mengeluarkan sumpah serapah ketika lagi marah. Hal ini juga berlaku dalam curhat. Ketika kamu mau menceritakan sesuatu hal yang benar-benar privasi di hidupmu, seperti perilaku pasanganmu ke dirimu, jangan cerita ketika kamu berada dalam emosi marah.

Sebab tidak sedikit orang yang menyesali apa yang pernah diceritakannya ketika lagi terbawa emosi marah. Jadi kamu boleh cerita saat sesuatu hal terjadi, tapi pastikan kamu siap menceritakannya dan tidak terpengaruh bentuk emosi apapun.

Baca Juga: 19 Fun Fact Tokoh Besar Dunia, Adolf Hitler Ternyata Takut Kucing

3. Kamu boleh cerita ke siapa pun, tapi tidak semua orang bisa merespon sesuai kebutuhanmu

5 Aturan Curhat yang Wajib Kamu Tahu, Jangan Sembarangan Cerita!Pinterest

Tujuan seorang untuk curhat itu salah satunya untuk meminta solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi. Namun setiap manusia punya kapasitas yang berbeda-beda dalam menanggapi sesuatu. Kadang tanggapan yang diberikan sesuai dengan yang kamu inginkan, kadang juga tidak.

Oleh karena itu, kamu boleh cerita ke siapa pun, tapi tidak semua orang bisa merespon sesuai kebutuhanmu. Jangan pernah berharap orang selalu mengerti tentang keadaanmu, karena sejatinya setiap orang tidak tahu respon seperti apa yang kamu butuhkan.

4. Kamu boleh cerita sakitmu, tapi tidak pernah jadi tugas orang lain untuk menyembuhkanmu

5 Aturan Curhat yang Wajib Kamu Tahu, Jangan Sembarangan Cerita!Pinterest

Salah satu beban bagi orang tempatmu curhat adalah menuntut dia untuk menyembuhkanmu. Padahal curhat itu tidak selalu tentang meminta orang memberikanmu solusi, tapi tempatmu melepas sementara pikiran yang menggangumu.

Perihal kamu sembuh atau tidak, itu tergantung bagaimana kamu mengolah pikiranmu dan bagaimana kamu menyembuhkan sakitmu. Itulah sebabnya, penting untuk memahami hal ini bahwa kamu boleh cerita sakitmu, tapi tidak pernah jadi tugas orang lain untuk menyembuhkanmu.

5. Kamu boleh cerita ke siapa pun, tapi jangan manipulatif

5 Aturan Curhat yang Wajib Kamu Tahu, Jangan Sembarangan Cerita!Pinterest

Kamu boleh cerita ke siapa pun, tapi jangan manipulatif. Orang tempatmu curhat mungkin tidak tahu kalau kamu memanipulasi cerita untuk mendapat pembenaran, tapi buat orang yang mendengarmu akan berpengaruh ke cara pandangnya dan hidupnya dia.

Buat yang sedang merasa sakit, belajarlah bercerita, dan pilihlah orang yang tepat untuk mendengarkan ceritamu. Dan buat yang sedang mendengarkan cerita yang menyakitkan, belajar mendengarkan saja, tanpa menghakimi.

Itulah 5 aturan curhat yang perlu kamu perhatikan ketika mau bercerita. Mari menjadikan ruang curhat sebagai tempat berbagi beban pikiran yang terpendam.

Baca Juga: Introvert vs Anxious, Bagaimana Cara Membedakannya?

Hirpan Rosidi Photo Community Writer Hirpan Rosidi

Hirpan Rosidi, laki-laki kelahiran 1997 yang tidak pandai mendeskripsikan dirinya. Karena kemampuan menulisnya dibawah rata-rata, dia memiliki cita-cita yang dimana dia sendiri tidak terlalu berharap cita-citanya bisa terwujud; yaitu disalah satu rak toko buku, di antara buku-buku dari penulis besar itu, terselip satu judul buku dengan nama Hirpan Rosidi sebagai penulisnya. Berbekal lulusan Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan kecintaannya pada literasi, menjadikannya ingin membangun perpustakaan untuk anak-anak dan warga di kampungnya.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya