Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi berangkat mudik (freepik.com/Freepik)
ilustrasi berangkat mudik (freepik.com/Freepik)

Mudik Lebaran menjadi kesempatan emas bagi para perantau untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Namun, di balik semaraknya perjalanan mudik, sering kali ada hal-hal kecil yang luput dari perhatian kita. Meski terkesan sepele, hal-hal ini bisa berdampak pada kenyamanan dan kelancaran perjalanan mudik.

Oleh karena itu, kamu harus lebih cermat dalam mempersiapkan perjalanan agar mudik tetap menyenangkan dan bebas dari kendala yang tidak perlu. Apa saja kesalahan sepele yang sering dilakukan oleh para pemudik? Berikut ini lima kesalahan sepele saat persiapan mudik yang harus dihindari.

1. Tidak memeriksa keamanan rumah sebelum pergi

ilustrasi mengunci pintu rumah (freepik.com/Kireyonok_Yuliya)

Meninggalkan rumah dalam keadaan tidak aman bisa berisiko tinggi. Banyak kasus pencurian terjadi saat pemilik rumah sedang mudik, karena rumah dibiarkan kosong tanpa pengamanan yang memadai.

Pintu dan jendela yang tidak dikunci dengan baik, tidak memeriksa peralatan listrik dalam keadaan padam, serta tidak menitipkan rumah ke tetangga atau ketua RT bisa memperbesar risiko kejadian yang tidak diinginkan.

Sebelum berangkat mudik, kamu perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pastikan semua pintu dan jendela terkunci, alat elektronik yang tidak diperlukan dicabut, dan jika memungkinkan, gunakan sistem keamanan tambahan seperti CCTV. Informasikan kepada tetangga terdekat atau ketua RT agar mereka bisa membantu memantau rumah selama ditinggalkan.

2. Tidak mengecek kendaraan sebelum berangkat

ilustrasi mobil mogok (freepik.com/Freepik)

Perjalanan mudik sering kali menempuh jarak jauh dengan kendaraan pribadi. Namun, banyak orang yang lupa atau menyepelekan pengecekan kondisi kendaraan sebelum berangkat. Hal ini bisa menyebabkan berbagai masalah di jalan, seperti mobil mogok, ban bocor, mesin overheat, atau rem yang tidak berfungsi optimal.

Sebelum memulai perjalanan, pastikan kendaraanmu dalam kondisi prima. Lakukan servis kendaraan untuk memeriksa oli, air radiator, tekanan ban, serta kondisi rem dan lampu kendaraan. Jangan lupa membawa perlengkapan darurat seperti dongkrak, ban cadangan, dan alat pertolongan pertama agar kamu siap menghadapi situasi tak terduga di perjalanan.

3. Packing terlalu over hingga membawa barang berlebihan

ilustrasi packing terlalu over (freepik.com/Freepik)

Membawa terlalu banyak barang saat mudik bisa menjadi masalah tersendiri. Selain membuat kendaraan lebih berat dan boros bahan bakar, barang berlebihan juga bisa menyulitkan mobilitas selama perjalanan. Banyak orang yang membawa semua keperluan tanpa mempertimbangkan efektivitas dan kenyamanan.

Sebaiknya, kemas barang bawaanmu selama mudik Lebaran dengan bijak. Pilihlah barang yang benar-benar dibutuhkan dan gunakan koper atau tas yang efisien. Pastikan barang-barang penting seperti dokumen, obat-obatan pribadi, dan pakaian bisa diakses dengan mudah. Jangan sampai perjalanan menjadi tidak nyaman hanya karena membawa barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

4. Tidak menyiapkan dana cadangan untuk keadaan darurat

ilustrasi uang tunai di dompet habis (freepik.com/Freepik)

Perjalanan jauh selalu memiliki risiko pengeluaran tak terduga. Mulai dari biaya tambahan bahan bakar, servis kendaraan di tengah jalan, hingga kondisi darurat seperti kecelakaan atau kebutuhan medis. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak menyiapkan dana cadangan dan akhirnya mengalami kesulitan di tengah perjalanan.

Dana cadangan sangat penting untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Sebaiknya, selain membawa uang tunai secukupnya, simpan juga saldo di e-wallet atau rekening bank yang mudah diakses. Hindari mengandalkan satu sumber dana saja agar tetap aman jika terjadi sesuatu di luar rencana.

5. Tidak memperhitungkan waktu dan rute perjalanan dengan baik

ilustrasi jalanan macet (freepik.com/Freepik)

Banyak pemudik yang kurang memperhitungkan waktu keberangkatan serta rute perjalanan. Hal ini sering kali menyebabkan keterlambatan atau terjebak macet selama berjam-jam. Tidak jarang juga orang yang memilih rute tanpa memperhitungkan kondisi jalan sehingga mengalami perjalanan yang lebih panjang dan melelahkan.

Sebelum berangkat, lakukan riset terkait rute terbaik dan prediksi kepadatan lalu lintas. Kamu bisa menggunakan aplikasi navigasi untuk memantau kondisi jalan secara real time. Jika memungkinkan, berangkat lebih awal atau memilih jalur alternatif agar perjalanan lebih lancar dan tidak melelahkan.

Mudik yang nyaman dan aman memerlukan persiapan matang. Hal ini penting untuk memastikan perjalanan mudikmu berjalan lancar tanpa kendala sampai tujuan.

Editorial Team

EditorAlfian N