Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
hal-hal yang hilang dari kehidupan tapi masih ada di kartun Upin & Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)
hal-hal yang hilang dari kehidupan tapi masih ada di kartun Upin & Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Ada alasan logis mengapa kartun Upin & Ipin begitu digemari. Para karakternya terasa familier dan mirip dengan figur bocil yang biasa kita jumpai di lingkungan sekitar. Cerita yang diangkat juga amat lekat dengan sisi tradisional dan sering mengingatkan kita dengan momen atau kenangan yang pernah terjadi semasa kecil.

Tapi, saat menonton serial ini, tidakkah kamu menyadari bahwa ada banyak hal berkenaan dengan kebiasaan dan budaya kita yang hilang atau luntur, tapi anehnya masih dapat dijumpai dan sering diperlihatkan dalam banyak adegan di kartun Upin & Ipin?.

Nah, kalau belum sadar, penulis sudah membuat pembahasan lengkap mengenai hal ini. Lanjut scrolling untuk membacanya!

1. Kebiasaan duduk di meja makan bersama

Upin, Ipin, Kak Ros, dan Opah duduk di meja makan bersama (facebook.com/Upin & Ipin)

Meski sudah sering diperlihatkan dalam banyak episode. Tapi, barangkali kamu tidak menyadari kalau keluarga di rumah Upin dan Ipin, nyatanya masih tetap mempertahankan kebiasaan duduk di meja makan bersama untuk menyantap hidangan sekaligus mengobrol kecil-kecilan.

Mungkin, faktor jadwal yang tidak bertabrakan juga jadi alasan mereka lebih mudah berkumpul di ruang makan bersama. Tapi, apa pun itu, sebenarnya kebiasaan seperti ini masih tetap bisa dipertahankan, setidaknya untuk waktu makan pagi dan malam, jika memang mau mengusahakannya.

Namun, entah karena faktor jam lapar yang berbeda-beda atau alasan spesifik lainnya. Faktanya, kebiasaan duduk di meja makan bersama sudah banyak ditinggalkan oleh orang-orang sejak lama. Kini, kebanyakan keluarga yang tinggal serumah, lebih sering makan sendiri di ruangan terpisah sambil sibuk dengan gawai masing-masing.

2. Berkumpul di ruang keluarga

Upin, Ipin, Kak Ros, dan Opah berkumpul di ruang keluarga (youtube.com/Les' Copaque Production)

Aspek lainnya yang juga hilang dari kehidupan kita adalah perihal berkumpul di ruang keluarga bersama. Dahulu, di zaman saat televisi masih berjaya, kebanyakan orang bakal berkumpul di ruang keluarga bersama untuk sekadar menonton acara televisi atau berbincang-bincang. Tapi, kini kebiasaan tersebut juga mulai ditinggalkan, bahkan oleh penduduk yang tinggal di desa sekalipun.

Berbeda dengan apa yang terjadi di keluarga Upin dan Ipin. Ketika si dua bersaudara dan Kak Ros sedang tidak sibuk mengerjakan tugas dari sekolah. Mereka pasti bakal berkumpul bersama Opah di kursi keluarga untuk sekadar menonton televisi bareng atau membincangkan apa yang mereka lalui di hari itu.

3. Adanya rumah kayu tradisional yang masih berdiri kokoh

rumah kayu tradisional di Kampung Durian Runtuh (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Di saat rumah-rumah masa kini didominasi bahan semen dan desain minimalis, suasana di Kampung Durian Runtuh terasa seperti kehidupan di masa lalu. Lihat saja rumah Opah dan rumah-rumah lain yang ada di Kampung Durian Runtuh. Kebanyakan masih tetap mempertahankan ciri khas rumah bernuansa tradisional yang materialnya berupa papan kayu, bermodel panggung, serta memiliki atap seng yang sederhana.

Meskipun benar bahwa rumah kayu mungkin tidak seefisien rumah modern dari segi material. Namun, ada kenyamanan spesifik yang hanya bisa dirasakan dari rumah-rumah bertipe seperti ini. Kesannya begitu hangat, akrab, dan penuh kenangan. Kira-kira, maukah kamu membangun rumah kayu tradisional di tengah gempuran rumah bergaya modern dan minimalis saat ini?

4. Kebiasaan anak-anak bermain tanpa gawai

bermain di luar ruangan tanpa gawai (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Biarpun kehidupan yang ada di serial Upin & Ipin juga turut mengalami perubahan hingga semakin terasa modern. Tapi bahkan, dengan semua teknologi yang ada, anak-anak di serial Upin & Ipin tidak sepenuhnya bergantung pada gawai, seperti halnya para anak-anak di dunia nyata yang tidak bisa lepas dari ponsel mereka, bahkan ketika sedang main bareng.

Karakter anak-anak yang ada di serial Upin & Ipin masih tetap rutin menyempatkan waktu untuk berkumpul di pondok sepulang dari sekolah, demi bisa bermain permainan bersama, mengobrol banyak hal, dan berlindung dari teriknya matahari atau derasnya hujan yang mendadak turun.

5. Mendengarkan kisah rasul dan sahabatnya

Upin dan kawan-kawan mengaji di masjid (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Biarpun Upin dan Ipin bukanlah tipe anak-anak yang sering ikut mengaji sore di TPA (Taman Pendidikan Alquran) seperti halnya anak-anak di Indonesia. Tapi, dalam momen khusus seperti bulan Ramadan, mereka tetap menyempatkan waktu untuk belajar mengaji di masjid sekaligus mendengarkan kisah dan pengetahuan soal keagamaan dari ustaz.

Ternyata, ada cukup banyak aspek yang hilang atau luntur dari kehidupan kita, tapi masih dapat dijumpai dengan mudah di serial Upin & Ipin. Setelah menyimaknya, apakah kini kamu jadi rindu dengan beberapa momen yang sudah jarang kamu temui di kehidupanmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team