Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi olahraga tradisional yang hampir punah. (Pinterest/oasisofindonesian.blogspot.com)
Ilustrasi olahraga tradisional yang hampir punah. (Pinterest/oasisofindonesian.blogspot.com)

Intinya sih...

  • Pacu jawi, lari sapi dari Sumatera Barat

  • Pathol, gulat tradisional dari Jawa Tengah

  • Hadang, permainan strategi dan kelincahan dari Sulawesi dan Jawa

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah gemerlapnya olahraga modern dan globalisasi hiburan digital, banyak olahraga tradisional yang mulai dilupakan, bahkan nyaris punah. Padahal, olahraga-olahraga ini bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup, nilai-nilai kebersamaan, dan identitas budaya masyarakat lokal. Sayangnya, perhatian terhadap kelestarian olahraga tradisional masih sangat minim.

Sebagian besar olahraga ini hanya dimainkan saat perayaan adat atau festival daerah, dan tidak memiliki regenerasi pemain yang berkelanjutan. Tanpa dokumentasi, pelatihan, dan dukungan dari pemerintah maupun komunitas, warisan budaya ini bisa hilang dalam satu generasi.

Berikut 5 olahraga tradisional dari berbagai daerah yang hampir punah namun memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi.

1. Pacu jawi, lari sapi dari Sumatera Barat

Ilustrasi olahraga tradisional yang hampir punah. (Pinterest/blogger.googleusercontent.com)

Pacu jawi adalah olahraga unik asal Tanah Datar, Sumatera Barat, di mana peserta memacu dua ekor sapi sambil berdiri di atas kayu bajak di sawah berlumpur. Selain menjadi ajang hiburan masyarakat Minangkabau, pacu jawi juga merupakan simbol kekuatan, ketangkasan, dan kehormatan bagi petani.

Namun, karena perubahan struktur agraria, minimnya regenerasi petani muda, dan tekanan modernisasi, ajang ini semakin jarang digelar. Padahal, atraksi ini memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya jika dikelola dan dipromosikan dengan baik.

2. Pathol, gulat tradisional dari Jawa Tengah

Ilustrasi olahraga tradisional yang hampir punah. (Pinterest/superlive.id)

Pathol adalah olahraga tradisional mirip gulat yang berasal dari daerah pesisir utara Jawa Tengah, seperti Rembang dan Jepara. Dulu, pathol dimainkan oleh para nelayan dan petani untuk menunjukkan kekuatan fisik dan keberanian mereka, seringkali digelar di tanah lapang atau pantai saat acara adat.

Kini, pathol hanya muncul sesekali dalam rangkaian festival budaya lokal. Minimnya perhatian dari institusi olahraga dan pendidikan membuat pathol nyaris tak dikenal oleh generasi muda, padahal olahraga ini menyimpan nilai sportivitas, tradisi, dan persaudaraan yang kuat.

3. Hadang, permainan strategi dan kelincahan dari Sulawesi dan Jawa

Ilustrasi olahraga tradisional yang hampir punah. (Pinterest/banyumaskab.go.id)

Hadang, atau dikenal juga dengan nama “gobak sodor” di Jawa, adalah permainan tradisional berbasis strategi dan kelincahan. Dua tim akan saling menghadang dan menerobos garis penjaga dalam permainan yang penuh semangat dan perhitungan.

Namun, hadang kini jarang ditemukan di sekolah-sekolah maupun ruang publik. Generasi muda lebih akrab dengan permainan digital, dan hadang kehilangan panggungnya. Padahal, permainan ini sangat efektif mengembangkan kerja sama tim, refleks, dan kecerdikan sejak usia dini.

4. Egrang, keseimbangan dan ketangkasan di atas bambu

Ilustrasi olahraga tradisional yang hampir punah. (Pinterest/divisi.id)

Egrang adalah permainan tradisional di mana pemain berjalan menggunakan dua batang bambu panjang sebagai penyangga kaki. Di berbagai daerah di Indonesia, egrang dulunya dimainkan saat lomba 17 Agustus atau sebagai permainan sehari-hari anak-anak desa.

Kini, egrang lebih sering dianggap permainan kuno dan tidak lagi populer. Selain kesulitan teknis dalam bermain, tidak adanya tempat yang memadai juga membuat egrang semakin ditinggalkan. Padahal, permainan ini melatih motorik kasar, keseimbangan, dan keberanian anak-anak.

5. Karapan sapi, balapan bergengsi dari Madura

Ilustrasi olahraga tradisional yang hampir punah. (Pinterest/oasisofindonesian.blogspot.com)

Karapan sapi adalah ikon budaya Madura yang sudah dikenal luas. Dalam perlombaan ini, dua ekor sapi berlari kencang menarik sebuah kereta kayu ringan yang dinaiki joki. Dahulu, karapan sapi merupakan simbol status sosial dan gengsi antar pemilik sapi di Madura.

Meski masih diselenggarakan secara terbatas, karapan sapi menghadapi tantangan besar seperti biaya perawatan sapi, isu kesejahteraan hewan, dan kurangnya dukungan generasi muda. Jika tidak dijaga dengan pendekatan yang bijak, olahraga ini bisa kehilangan nilai aslinya dan berubah sekadar menjadi tontonan turistik.

Itulah 5 olahraga tradisional dari berbagai daerah yang hampir punah namun memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team