Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bekerja (pexels.com/Christina Morillo)
ilustrasi bekerja (pexels.com/Christina Morillo)

Karier sering kali menjadi bagian penting dari kehidupan seseorang karena mencerminkan identitas, aspirasi, dan tujuan jangka panjang. Namun, tidak semua orang merasa karier yang dijalani benar-benar selaras dengan tujuan hidup mereka. Dalam beberapa kasus, pekerjaan menjadi sekadar rutinitas tanpa memberikan rasa pencapaian atau makna.

Ketika karier tidak sesuai dengan tujuan hidup, ini dapat menyebabkan ketidakpuasan, kelelahan emosional, dan kebingungan tentang langkah ke depan. Mengenali tanda-tanda ini sangat penting agar seseorang dapat mengevaluasi ulang jalan yang ditempuh dan membuat perubahan yang dibutuhkan. Ini adalah lima tanda karier yang dijalani mungkin tidak sesuai dengan tujuan hidup.

1. Merasa tidak sejalan dengan nilai-nilai pribadi

ilustrasi bekerja (pexels.com/RDNE Stock project)

Salah satu tanda paling jelas bahwa karier tidak sesuai dengan tujuan hidup adalah ketika pekerjaan yang dijalani bertentangan dengan nilai-nilai pribadi. Misalnya, seseorang yang menghargai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mungkin merasa tidak puas jika pekerjaan mereka menuntut waktu yang berlebihan.

Ketidakseimbangan antara pekerjaan dan nilai-nilai pribadi dapat menciptakan konflik internal yang sulit diabaikan. Ini sering kali menyebabkan perasaan tidak nyaman, stres, dan kebingungan tentang apakah pekerjaan tersebut benar-benar layak untuk dipertahankan.

2. Tidak merasa tumbuh atau berkembang dalam karier

ilustrasi orang bekerja (pexels.com/Alexander Suhorucov)

Karier yang sesuai dengan tujuan hidup sering kali memungkinkan seseorang untuk tumbuh, baik secara profesional maupun pribadi. Namun, jika pekerjaan saat ini tidak memberikan tantangan, peluang belajar, atau ruang untuk berkembang, ini bisa menjadi indikator bahwa karier tersebut tidak selaras dengan aspirasi.

Merasa stagnan atau terjebak dalam rutinitas yang sama selama bertahun-tahun dapat mengikis rasa percaya diri dan motivasi. Perasaan ini juga dapat membuat seseorang merasa sia-sia, karena tidak ada perkembangan yang berarti dalam hidup mereka.

3. Sulit melihat hubungan antara pekerjaan dan tujuan jangka panjang

ilustrasi bekerja (pexels.com/fauxels)

Karier yang ideal seharusnya menjadi jalan menuju pencapaian tujuan jangka panjang, baik itu dalam bentuk pengembangan diri, dampak sosial, atau kestabilan finansial. Jika pekerjaan saat ini tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap visi jangka panjang, ini bisa menjadi tanda bahwa jalur karier tersebut tidak sesuai dengan harapan.

Ketika seseorang merasa stagnan dan tidak melihat progres ke arah yang diinginkan, rasa frustrasi sering kali muncul. Situasi ini bisa diperburuk jika seseorang merasa terjebak tanpa jalan keluar untuk mengubah situasi mereka.

4. Mengalami burnout atau kelelahan emosional yang terus-menerus

ilustrasi bekerja (pexels.com/LinkedIn Sales Navigator)

Burnout yang terjadi secara terus-menerus bisa menjadi tanda bahwa seseorang tidak cocok dengan pekerjaan yang dijalani. Burnout biasanya terjadi ketika seseorang merasa tidak puas dengan tugas yang mereka lakukan atau merasa bahwa upaya mereka tidak sejalan dengan nilai-nilai pribadi.

Pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan hidup cenderung lebih melelahkan secara emosional karena tidak memberikan kepuasan intrinsik. Akibatnya, seseorang merasa mudah kelelahan, kurang motivasi, dan kehilangan energi bahkan untuk hal-hal di luar pekerjaan.

5. Tidak ada rasa antusias atau kebanggaan terhadap pekerjaan

ilustrasi orang bekerja (pexels.com/Tirachard Kumtanom)

Jika pekerjaan terasa seperti kewajiban semata tanpa memberikan rasa antusiasme atau kebanggaan, ini bisa menjadi tanda awal bahwa karier tersebut tidak sesuai dengan tujuan hidup. Orang yang menjalani karier sesuai dengan passion atau nilai hidupnya biasanya merasa bersemangat untuk bangun setiap pagi dan menyelesaikan tugas-tugas mereka.

Sebaliknya, jika pekerjaan lebih sering terasa membosankan, monoton, atau bahkan menjadi beban, ini menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut mungkin tidak memberikan makna yang mendalam. Dalam jangka panjang, kurangnya antusiasme ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas seseorang.

Mengenali tanda-tanda bahwa karier yang dijalani tidak sesuai dengan tujuan hidup adalah langkah pertama untuk membuat perubahan yang diperlukan. Jika salah satu atau beberapa tanda di atas terasa relevan, penting untuk mengambil waktu untuk refleksi dan mengevaluasi kembali jalur karier yang sedang ditempuh. Dengan keberanian untuk mengubah arah, seseorang dapat menemukan karier yang lebih memuaskan dan bermakna.

Editorial Team