Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi babysitter (pexels.com/Alex Green)
ilustrasi babysitter (pexels.com/Alex Green)

Pada saat anak lebih dekat dengan pengasuh daripada orangtua mungkin sering kali hal ini akan memunculkan kekhawatiran tersendiri. Meski pengasuh bertugas untuk membantu merawat anak, namun sering kali hubungan emosional yang lebih kuat antara anak dan pengasuh bisa menjadi sinyal bahwa ada hal tertentu yang memang perlu diperhatikan oleh orangtua.

Bisa jadi memang anak merasa sangat dekat dan memiliki bonding yang baik dengan pengasuhnya, sehingga membuat mereka jadi lebih dekat satu sama lain. Oleh sebab itu, orangtua juga perlu perhatikan beberapa penyebab utama yang membuat anak jadi terlihat lebih dekat dengan pengasuh dibanding orangtuanya sendiri.

1. Waktu bersama yang tidak seimbang

ilustrasi ibu bekerja (pexels.com/@anastasia-shuraeva)

Salah satu penyebab utama mengapa anak bisa lebih dekat dengan pengasuhnya ternyata dapat diakibatkan karena waktu bersama yang tidak seimbang. Bisa jadi waktu anak justru lebih banyak dihabiskan bersama pengasuh dibanding orangtuanya, sebab kesibukan dalam bekerja yang tidak bisa memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dengan anak.

Tidak menutup kemungkinan bahwa akibat yang akan diperoleh adalah anak jadi merasa lebih nyaman dan terikat secara emosional dengan pengasuh yang memang setiap hari mendampingi mereka. Kedekatan tersebut terbentuk karena anak cenderung merasa percaya dan aman pada orang yang selalu hadir di sisinya.

2. Pengasuh memberikan perhatian lebih intens

ilustrasi babysitter (pexels.com/Alex Green)

Pengasuh memang biasanya lebih fokus untuk memenuhi kebutuhan anak, mulai dari urusan bermain, memberi makan, hingga menenangkan anak pada saat mereka sedang rewel. Tidak mengherankan jika interaksi yang konsisten seperti itu akan membuat anak jadi merasa lebih diperhatikan oleh pengasuhnya sendiri.

Jika orangtua tidak bisa memberikan perhatian serupa pada anak ketika berada di rumah, maka anak akan mencari kenyamanan dari pengasuh memang sudah terbiasa hadir di setiap harinya. Hal inilah yang semestinya bisa menjadi refleksi bagi orangtua untuk bisa berusaha memberikan perhatian intens pada anak agar mereka merasa diperhatikan.

3. Kurangnya kualitas interaksi dengan orangtua

ilustrasi anak menonton TV (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Meski memang orangtua memiliki waktu bermain bersama dengan anak, namun sering kali kualitas dalam interaksi belum tentu bagus. Banyak orangtua yang hanya sekadar menemani anak, namun tidak benar-benar berusaha membangun kualitas waktu yang baik melalui berbagai aktivitas atau pun perhatian diberikan pada anak.

Orangtua yang sering sibuk dengan pekerjaan, gawai, dan aktivitas lain pada saat bersama dengan anak tentu akan membuat anak jadi merasa diabaikan. Sebaliknya pengasuh yang lebih fokus pada anak dan memberikan pengalaman interaksi yang jauh lebih baik tentu akan memiliki kesan tersendiri di hati anak.

4. Anak merasa lebih dipahami oleh pengasuhnya

ilustrasi anak bermain (pexels.com/Alex Green)

Pengasuh yang mengenal segala kebutuhan dan rutinitas anak secara detail tentu dapat memahami perasaan atau pun keinginan anak dengan lebih cepat. Tidak mengherankan apabila hal ini akan secara otomatis membangun bonding yang dimiliki antara anak dengan pengasuh, sehingga membuat mereka jadi saling dekat satu sama lain.

Jika orangtua tidak berusaha untuk mengenal atau memahami kebutuhan emosional anak dengan baik, maka anak mungkin akan merasa bahwa pengasuhnya lebih bisa diandalkan. Hal ini juga akan memperkuat ikatan antara anak dengan pengasuh dibandingkan dengan orangtuanya sendiri.

Kedekatan anak dengan pengasuh sebetulnya merupakan hal yang wajar, namun semestinya orangtua tetap menjadi figur utama dalam kehidupan anak. Penting sekali bagi orangtua untuk tetap meluangkan waktu berkualitas, memberikan perhatian penuh, dan menunjukkan kepedulian ekosistem pada anak agar bisa membangun hubungan yang erat.

Ingatlah bahwa kedekatan emosional bukan hanya mengenai jumlah waktu yang dihabiskan bersama anak, namun bagaimana cara orangtua agar tetap terhubung dengan mereka!

Editorial Team