sate pusut (instagram.com/ritamooree)
Penggunaan daging giling agak mengingatkan pada sate bungkus Bali yang juga menggunakan daging giling. Bedanya sate pusut ini ukurannya lebih besar. Sate ini berbeda dengan sate pada umumnya baik dari rasa maupun cara penyajiannya. Sate ini menggunakan batang bambu yang lebih besar.
Penduduk Lombok hanya menyiapkan sate pusut ini khusus untuk acara atau hari besar tertentu saja. Saat hajatan, pesta rakyat atau hari raya besar, sudah pasti sate pusut ini selalu ada.
Itu sudah menjadi tradisi tersendiri bagi masyarakat Lombok dari generasi ke generasi. Maka tidak heran jika sate ini umumnya tidak dijual dan tidak bisa selalu dimakan setiap saat.Sate Pusut adalah hidangan sate khas dari Lombok, di Nusa Tenggara Barat. Sate disiapkan dengan membungkus daging pada tusuk sate yang dipotong menjadi dua.
Setelah mencubit ujung daging, daging digulung dan kemudian dibakar. Kuah sate terbuat dari santan, daun jeruk, jeruk nipis, cabai merah, bawang putih, cabai rawit, garam, gula dan terasi.
Penggunaan cabai merah dan cabai rawit pada bumbunya membuat sate ini terasa pedas. Ada juga campuran bahan lain, seperti ketumbar, aroma bawang putih yang khas dan beraroma, serta parutan kelapa.