Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Membuat Rengginang Lombok Super Renyah, Cocok Jadi Camilan Lebaran
Ilustrasi rengginang (freepik.com/@ikarahma)
  • Rengginang khas Lombok atau jaje renggi adalah camilan tradisional berbahan dasar beras ketan yang biasa hadir dalam berbagai acara adat dan perayaan penting di Lombok.
  • Proses pembuatannya meliputi perendaman, pengukusan, pencampuran dengan gula merah, pencetakan di daun pisang, lalu penjemuran hingga kering sebelum digoreng.
  • Kunci kerenyahan rengginang terletak pada pemilihan ketan berkualitas, pengukusan bertahap, serta teknik penggorengan dengan minyak panas agar hasilnya gurih dan ringan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
zaman kuno

Pada zaman kuno, renggi dibuat oleh suku Saat dalam ukuran sangat besar hingga seukuran mesin cuci.

kini

Kini renggi dibuat dalam ukuran kecil agar mudah disantap dan disajikan, serta tetap menjadi camilan tradisional khas Lombok yang hadir di berbagai perayaan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pembuatan rengginang khas Lombok, camilan tradisional berbahan dasar beras ketan yang dikeringkan dan digoreng hingga renyah.
  • Who?
    Warga dan pembuat jajanan tradisional di Lombok yang mempertahankan resep serta teknik pembuatan rengginang turun-temurun.
  • Where?
    Proses pembuatan dilakukan di berbagai rumah dan dapur masyarakat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
  • When?
    Kegiatan ini dilakukan secara rutin, terutama menjelang perayaan besar seperti Maulid Nabi, pernikahan, dan khitanan.
  • Why?
    Pembuatan rengginang dilakukan untuk melestarikan kuliner tradisional Lombok sekaligus menyajikan camilan khas pada acara adat dan keagamaan.
  • How?
    Beras ketan direndam, dikukus, dicampur gula merah cair, dicetak di daun pisang, dijemur hingga kering, lalu digoreng dengan minyak panas hingga renyah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang di Lombok bikin rengginang dari beras ketan yang direndam, dikukus, terus dijemur di bawah matahari. Kadang dikasih gula merah biar manis dan warnanya cantik. Dulu rengginangnya besar banget, tapi sekarang kecil-kecil. Kalau udah kering digoreng sampai garing dan renyah. Rasanya gurih dan enak dimakan bareng keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Proses pembuatan rengginang khas Lombok dalam artikel ini memperlihatkan keindahan tradisi kuliner yang sarat ketelitian dan kesabaran. Dari pemilihan beras ketan hingga penjemuran di bawah matahari, setiap tahap mencerminkan penghargaan terhadap cita rasa dan warisan budaya lokal. Hasilnya adalah camilan sederhana namun istimewa, renyah dan menggugah selera.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Aroma beras ketan yang dijemur di bawah terik matahari sering menjadi penanda proses panjang pembuatan rengginang di banyak rumah di Lombok. Camilan tradisional ini tampak sederhana, tetapi menghasilkan rengginang yang benar-benar renyah ternyata membutuhkan teknik dan kesabaran tersendiri.

Mulai dari pemilihan beras ketan, cara membentuk adonan, hingga proses penjemuran yang tepat menjadi kunci agar rengginang bisa mengembang sempurna saat digoreng. Jika dilakukan dengan benar, rengginang khas Lombok akan terasa gurih, ringan, dan super renyah di setiap gigitan.

1. Tentang rengginang Lombok

ilustrasi rengginang (commons.wikimedia.org/Hayati Mayang Arum)

Jaje renggi adalah makanan camilan tradisional Lombok yang harus hadir saat perayaan besar. Juga hadir pada hari ulang tahun Nabi Muhammad, bahkan di upacara pernikahan dan khitanan. 

Jaje Renggi dibuat dengan bahan-bahan seperti ketan dan gula merah sebagai pemanis dan pewarna. Renggi adalah jajanan khas pulau Lombok yang terbuat dari ketan yang dikukus. Beras ketan berbentuk bulat dan dikeringkan. 

Setelah kering, goreng renggi hingga garing. Pada zaman kuno, renggi dibuat oleh suku Saat dengan ukuran begitu besar hingga seukuran mesin cuci. Tapi sekarang dibuat dalam ukuran kecil untuk memudahkan saat disantap dan disajikan.

2. Bahan dan cara membuat

Ilustrasi rengginang (pixabay.com/onyengradar)

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat renggi khas Lombok:

-Beras ketan

-Gula merah yang dicairkan (opsioonal)

-Daun pisan untuk meletakkan adonan

Cara membuat renggi khas Lombok:
-Pertama, rendam beras ketan selama 2-3 jam, lalu kukus beras ketan.

-Kedua, setelah matang, keluarkan ketan dan pindahkan ke wadah kosong, lalu campurkan dengan gula merah cair.

-Ketiga, ketan kukus dicampur gula merah.
-Keempat, cetak adonan ketan di atas daun pisang atau kertas roti sesuai bentuk yang diinginkan

-Terakhir, jemur ketan yang sudah dipres dengan wadah kelabang (anyaman bambu) di bawah sinar matahari hingga kering dan siap digoreng. Kemudian Renggi siap disantap.

3. Tips membuat rengginang agar renyah dan enak

ilustrasi rengginang (freepik.com/jcomp)

Untuk membuat Renggi, jelas bahan utamanya adalah ketan. Ingat, pilih beras ketan yang berkualitas. Kualitas beras ketan dibedakan dengan biji-bijian utuh dan tidak berbau. Untuk rasa lebih, pilih ketan panjang.

Ketan harus dikukus setengah matang saja. Kemudian tambahkan bumbu dan air ke dalam ketan. Terakhir, rebus kembali beras ketan hingga matang. Proses ini yang membuat ketan mateng  setiap butir.

Gunakan garpu yang sudah diolesi minyak agar ketan tidak menempel di garpu. Jangan mencetaknya terlalu rapat, supaya merekah saat digoreng. Ingatlah untuk membaliknya hingga benar-benar kering.

Rengginang kering bisa tidak langsung digoreng. Bisa menyimpan dalam stoples yang kering dan kedap udara. Menggunakan banyak minyak dan panas untuk menggoreng renggi. Siram-siram renggi saat menggoreng agar matang merata. Beras ketan yang tidak merekah sempurna akan keras jika tidak digoreng dengan baik.

Renggi yang sudah matang sebaiknya disimpan dalam gelas wadah dengan penutup. Jika ranggi masih panas, jangan disimpan dulu. Tunggu hingga ranggi dingin.

Itulah informasi cara membuat dan tips agar ranggi khas Lombok yang dihasilkan renyah dan enak saat di santap.

Editorial Team