Comscore Tracker

Calon Pengantin Diculik, ini Uniknya Adat Pernikahan Suku Sasak

Tak hanya Memari, adat Sasak lain juga banyak filosofinya

Dengan ribuan suku yang tersebar di belasan ribu pulau-pulau, Indonesia memang kaya akan tradisi dan budaya. Keragaman tersebut menyentuh adat istiadat atau tata cara dalam melakukan pernikahan. 

Suku Sasak dari Lombok, Nusa Tenggara Barat adalah suku yang melestarikan adat istiadatnya dengan teguh. Suku Sasak memiliki tradisi unik dalam menggelar pernikahannya, yaitu 'memari', tradisi menculik calon pengantin perempuan sebelum akad nikah.

Wah, kok bisa? Ternyata ada sejarahnya, lho! Konon katanya, pada zaman kerajaan terdapat seorang Putri sehingga ada banyak pria yang ingin menikahinya, nah, pria-pria ini diberi syarat oleh sang Raja untuk menculik sang Putri dari ruangan yang sudah dijaga ketat. Menarik, ya? Simak artikel di bawah selengkapnya.

1. Memari

Calon Pengantin Diculik, ini Uniknya Adat Pernikahan Suku Sasaktrippers.id

Seperti apa yang disinggung di atas, memari adalah tahap pertama dalam adat pernikahan Sasak. Memari dilakukan dengan menculik calon pengantin wanita dari rumahnya secara diam-diam dan menuju rumah kerabat sang calon pengantin pria.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu penculikan harus terjadi di malam hari untuk mencegah keributan yang terjadi. Jika itu terjadi, maka memari akan dinyatakan gagal dan calon pengantin pria diwajibkan membayar denda.

2. Sejati-selabar

Calon Pengantin Diculik, ini Uniknya Adat Pernikahan Suku Sasakinstagram.com/sasakpedia

Setelah memari dilakukan, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah Sejati-selabar. Pada tahap ini, keluarga calon pengantin pria harus mengabarkan keluarga calon pengantin wanita bahwa anaknya telah 'diculik'.

Akan tetapi tidak semudah itu. Sang mempelai pria harus melaporkan tindakan 'menculiknya' pada Kepala Dusun setempat, barulah setelah itu Kepala Dusun yang akan mengabarkannya pada keluarga dari mempelai wanita.

Baca Juga: 10 Potret Kehidupan Suku Sasak di Desa Sade Lombok, Indonesia Banget!

3. Nuntut wali

Calon Pengantin Diculik, ini Uniknya Adat Pernikahan Suku Sasakinstagram.com/sasakpedia

Tahap ketiga adalah Nuntut wali. Hal ini dilakukan selang beberapa hari Sejati-selabar dilakukan. Pada tahap ini, calon mempelai pria harus mengutus orang-orang kepercayaannya untuk meminta kesediaan keluarga calon mempelai wanita agar menjadi wali dalam akad nikahnya.

4. Sorong serah aji krame

Calon Pengantin Diculik, ini Uniknya Adat Pernikahan Suku Sasakinstagram.com/hemastirta

Sorong serah aji krame merupakan inti dalam adat pernikahan suku Sasak yang memiliki makna yang cukup dalam. Sorong serah (persaksian), aji (derajat atau nilai), dan krame (kemartabatan). Dalam prosesi ini akan dihadiri oleh para sesepuh, kepala desa, kepala dusun dari kedua belah pihak, dane-dane (tamu undangan) atau masyarakat umum yang berperan penting sebagai saksi bagi kedua mempelai yang dianggap siap hidup bermasyarakat dengan status barunya, yaitu sebagai sepasang suami-istri.

5. Mbales ones nae

Calon Pengantin Diculik, ini Uniknya Adat Pernikahan Suku Sasakinstagram.com/sasakpedia

Rangkaian acara akan ditutup oleh mbales ones mae, yaitu acara silaturahmi antar keluarga pengantin. Hal ini menjadi momentum penting atas hubungan kekerabatan yang baru antar dua keluarga. Tidak hanya itu, pada mbales ones nae juga dianjurkan untuk saling memaafkan apabila ada hal-hal yang mungkin menyinggung satu sama lain selama prosesi acara.

Orang Sasak mengedepankan terciptanya hubungan yang baik antar keluarga yang segera menyatu karena pernikahan. Filosofi yang menarik, bukan?

Baca Juga: 10 Potret Kehidupan Suku Sasak di Desa Sade Lombok

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Intan Sft di IDN Times Community dengan judul Pengantin Wanitanya Diculik, Ini Dia 5 Adat Pernikahan Suku Sasak

Topic:

  • Yogie Fadila

Berita Terkini Lainnya