Tukang Parkir di Mataram ini Nyambi Jualan Sabu

Masyarakat resah dengan aktivitas terduga pelaku

Mataram, IDN Times - Seorang tukang parkir yang kerap mangkal di wilayah Bertais Kecamatan Sandubaya Kota Mataram terpaksa diamankan Tim Satreskoba Polresta Mataram lantaran nyambi menjual sabu. Informasi ini didapatkan dari masyarakat sekitar yang merasa resah dengan dengan aktivitas yang dijalani terduga pelaku.

“Penangkapan terhadap tukang parkir yang berinisial S, pria 44 tahun, beralamat di Gontoran Barat Lingkungan Bertais, Kecamatan Sandubaya, kota Mataram tersebut dilakukan (24/1) sekitar pukul 21:00 WITA di sekitar alamat terduga,” ungkap Kasat Narkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Selasa (25/1/2022).

1. Kronologis penangkapan

Tukang Parkir di Mataram ini Nyambi Jualan SabuIlustrasi tersangka (IDN Times/Mardya Shakti)

Yogi menjelaskan kronologis penangkapan terduga awalnya datang dari hasil penyelidikan Tim Opsnal Resnarkoba Polresta Mataram atas adanya informasi mengenai terduga yang kerap bertransaksi narkoba. Masyarakat yang melapor mengaku resah dengan aktivitas mencurigakan dari pelaku.

“Jadi setelah memperoleh kejelasan terhadap terduga melalui upaya penyelidikan Tim Ops kami, dilakukan penangkapan serta penggeledahan terhadap S yang disaksikan aparat lingkungan setempat,”jelas Yogi.

Baca Juga: Tega! Seorang Pria di Lombok Tengah Perkosa Calon Istri Sepupunya

2. Polisi amankan barang bukti

Tukang Parkir di Mataram ini Nyambi Jualan SabuIlustrasi sabu/istimewa

Dari hasil penggeledahan, diamankan 1 unit HP yang diduga sebagai sarana transaksi. Kemudian uang tunai senilai Rp550 ribu yang diduga hasil transaksi. Serta 1 poket serbuk kristal diduga sabu seberat 10,5 gram bruto.

“Saat ini terduga telah diamankan di Rutan Mapolresta Mataram, berikut barang bukti hasil penggeledahan untuk selanjutnya dipergunakan sebagai kelengkapan penyidik dalam membuat laporan perkaranya,” beber Yogi.

3. Terduga pelaku terancam 7 tahun penjara

Tukang Parkir di Mataram ini Nyambi Jualan SabuIlustrasi Penjara (IDN Times/Mardya Shakti)

Yogi menambahkan, atas tindakan terduga pelaku S, untuk sementara dijerat dengan UU Nomor 35 tahun 2009 pada ayat 114 dan atau 112 tentang Narkotika. Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan. Polisi juga akan menyelidiki keterlibatan pihak lain atau jaringan dari pelaku.

"Dengan ancaman hukuman paling sedikit tujuh tahun penjara," tutup Yogi.

Baca Juga: FC Barcelona Berencana Dirikan Sekolah Sepak Bola di NTB 

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya