Lima Pasien COVID-19 Masih Dirawat di RSUD Mataram 

Pasien Omicron meninggal, kontak erat tak ada yang positif

Mataram, IDN Times - Direktur RSUD Kota Mataram, dr. Eka Nurhayati menyebutkan pasien CIVID-19 yang dirawat di RSUD Kota Mataram tersisa lima orang. Meskipun ditemukan satu pasien COVID-19 varian Omicron beberapa waktu lalu, namun hasil penelusuran kontak erat dengan melakukanbtracing dan testing kepada tenaga kesehatan (nakes) dan keluarga pasien, tidak ada yang positif COVID-19.

"Dari penelusuran kontak erat kepada nakes RSUD Kota Mataram tidak ada yang terpapar Omicron. Nakes kita yang menangani pasien ndak ada yang positif. Tracing kepada keluarga juga tidak ada yang positif," ungkap dr. Eka dikonfirmasi IDN Times di Mataram, Senin (31/1/2022).

1. Pasien COVID-19 di RSUD Kota Mataram masih dirawat

Lima Pasien COVID-19 Masih Dirawat di RSUD Mataram Direktur RSUD Kota Mataram dr. Eka Nurhayati (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dikatakan Eka,  bed occupancy rate (BOR) ruang isolasi pasien COVID-19 di RSUD Kota Mataram sangat rendah. dr. Eka menyebutkan jumlah pasien COVID-19 tinggal 5 orang. Sebelumnya, ada 8 pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Kota Mataram, namun ada beberapa pasien yang sudah sembuh.

"Sekarang tinggal 5 pasien. Itu pun kebanyakan usia lanjut atau komorbid. Jadi yang kita rawat memang pasien yang bergejala," kata istri Direktur RSUD Provinsi NTB ini.

Baca Juga: Satu Pasien Omicron di NTB Meninggal Usai Terjangkit Transmisi Lokal 

2. Peningkatan kasus COVID-19 tak signifikan

Lima Pasien COVID-19 Masih Dirawat di RSUD Mataram Kegiatan vaksinasi booster bagi masyarakat Mataram di atas 18 tahun di Lombok Epicentum Mal, Sabtu (29/1/2022) (IDN Times/Muhammad Nasir)

Menurut dr. Eka, memang ada peningkatan kadus COVID-19 di Kota Mataram dalam beberapa waktu teralhir. Namun peningkatan kasus tidak signifikan.

"Data harian belum signifikan kenaikan kasus. Yang kita rawat di RSUD Kota Mataram cuma lima pasien. Itu padien yang bergejala saja," imbuhnya.

Artinya, lanjut dr. Eka, meskipun lasus Omicron sudah masuk di Kota Mataram, masyarakat jangan panik. Tetapi harus tetap patuh terhadap protokol kesehatan (prokes) dan segera vaksinasi.

"Omicron sudah nyampe di sini. Tapi alhamdulillah tidak banyak pasien yang kita rawat. Kemungkinan Omicron ini kayak flu gejalanya. Pasien Omicron yang meninggal karena belum divaksin. Sehingga ayo vaksin dan patuhi prokes. Supaya bisa melindungi diri, kalaupun kena tak akan bergejala," tandas dr. Eka.

3. Dua kasus Omicron di NTB

Lima Pasien COVID-19 Masih Dirawat di RSUD Mataram ilustrasi varian baru COVID-19, Omicron (IDN Times/Aditya Pratama)

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengonfirmasi dua warga terpapar COVID-19 varian Omicron di NTB. Masing-masing satu orang berasal dari Kota Mataram dan satu orang dari Kabupaten Sumbawa.

Satu pasien Omicron inisial SBS (61) asal Kota Mataram telah meninggal dunia. SBS terkonfirmasi positif pada tanggal 13 Desember 2021 di RSUD Kota Mataram dan meninggal dunia pada 14 Desember 2021. Hasil penelusuran yang dilakukan Dinas Kesehatan, ternyata pasien terpapar Omicron asal Kota Mataram ini belum mendapatkan vaksinasi dosis pertama maupun kedua.

Sedangkan satu pasien Omicron dari Kabupaten Sumbawa inisial JDH (72) sudah dinyatakan sembuh. Pasien ini baru menerima vaksinasi dosis pertama dengan jenis vaksin Astrazeneca (AZ). Pasien inisial JDH terkonfirmasi positif pada tanggal 26 Desember 2021 di RSUD HL Manambai Abdulkadir Sumbawa.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku dan Penadah Motor Curian di Lombok Tengah

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya