Dana Pemulihan Ekonomi NTB Akibat Covid-19 Mencapai Rp4,18 Triliun 

Klaim dari rumah sakit capai Rp490,56 miliar

Mataram, IDN Times - Untuk memulihkan ekonomi di tengah pandemik COVID-19, Pemerintah Pusat menggelontorkan anggaran yang cukup besar untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam bentuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB mencatat, sepanjang 2021, Pemerintah Pusat telah merealisasikan dana PEN sebesar Rp4,02 triliun di NTB.

Kepala Kanwil DJPB Provinsi NTB, Sudarmanto dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (29/1/2022) menyebutkan realisasi PEN di NTB telah menembus Rp4,18 triliun sepanjang 2021. Realisasi dana PEN terbesar di NTB adalah untuk program perlindungan sosial mencapai Rp2,52 triliun.

1. Realisasi dana PEN terbesar untuk perlindungan sosial

Dana Pemulihan Ekonomi NTB Akibat Covid-19 Mencapai Rp4,18 Triliun Ilustrasi bantuan sosial. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Sudarmanto menyebutkan dari realisasi dana PEN sebesar Rp4,18 triliun di NTB. Paling besar adalah perlindungan sosial dengan realisasi Rp2,52 triliun. Kemudian disusul dana PEN untuk program prioritas sebesar Rp611,27 miliar. Selanjutnya, dana PEN untuk bidang kesehatan sebesar Rp527,98 miliar dan dana PEN dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp523,94 miliar.

Secara nasional, kata Sudarmanto, realisasi dana PEN pada 2021 untuk bidang kesehatan sebesar Rp188,05 triliun. Kemudian bidang perlindungan sosial Ro169,57 triliun, program prioritas Rp101,61 triliun, dukungan UMKM dan korporasi Rp88,88 triliun dan insentif usaha Rp67,79 triliun.

Baca Juga: Warga Mataram Serbu Vaksinasi Booster di Lombok Epicentum Mal

2. Program sembako dan PKH terbesar untuk perlindungan sosial

Dana Pemulihan Ekonomi NTB Akibat Covid-19 Mencapai Rp4,18 Triliun Google

Sudarmanto merincikan realisasi PEN untuk perlindungan sosial di NTB. Dimana, program sembako dan program keluarga harapan (PKH) merupakan dua program perlindungan sosial yang realisasinya paling besar di NTB.

Untuk PKH realisasinya sebesar Rp551,47 miliar untuk 778.825 keluarga penerima manfaat (KPM). Kemudian program sembako Rp765,01 miliar kepada 3,82 juta KPM, bantuan sosial tunai Rp299,41 miliar kepada 998.022 KPM, kartu prakerja Rp423,53 miliar kepada 119.306 peserta.

Selanjutnya, BLT Desa Rp326,29 miliar kepada 1,09 juta KPM, subsidi internet Rp27,44 miliar kepada 320.324 orang, diskon listrik Rp106,41 miliar kepada 867.175 pelanggan dan bantuan subsidi upah Rp22,64 miliar kepada 22.641 penerima.

3. Klaim rumah sakit capai Rp490,56 miliar

Dana Pemulihan Ekonomi NTB Akibat Covid-19 Mencapai Rp4,18 Triliun Ilustrasi Dokter Gigi di Tengah Pandemik COVID-19 (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sedangkan realisasi PEN untuk bidang kesehatan, kata Sudarmanto yaitu untuk pembayaran klaim rumah sakit di NTB sebesar Rp490,56 miliar untuk penanganan 6.680 pasien COVID-19. Kemudian insentif tenaga kesehatan sebesar Rp37,42 miliar kepada 5.965 pasien.

Sementara realisasi dana PEN untuk program prioritas di NTB, antara lain padat karya PUPR sebesar Rp501,42 miliar menyerap 39.047 tenaga kerja, padat karya Kemenhub Rp6,21 miliar menyerap 461 tenaga kerja, padat karya Kementan Rp10,94 miliar menyerap 4.482 tenaga kerja , food estate Kementan Rp25,64 miliar dan ketahanan pangan ATR/BPN Rp7,06 miliar.

Baca Juga: Agus Alendra, Petani dan Pelatih Karate Milenial Keturunan Tionghoa

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya