COVID-19 Melonjak, Warga NTB Diminta Tenang agar Ekonomi Cepat Pulih

Kasus COVID-19 harian naik dua kali lipat

Mataram, IDN Times - Kasus harian COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus melonjak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB mencatat tambahan kasus positif COVID-19 pada Selasa (8/2/2022) sebanyak 380 kasus, meningkat dua kali lipat dari sehari sebelumnya sebanyak 180 kasus baru.

Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah mengatakan peningkatan kasus COVID-19 terjadi di seluruh Indonesia termasuk NTB. "Peningkatan kasus ada dan terjadi di seluruh Indonesia. Kan virus begitu trennya. Dia pasti akan meningkat sampai peak (puncak), turun lagi," kata Wagub dikonfìrmasi di Mataram, Rabu (9/2/2022).

1. Masyarakat diminta tenang dan waspada

COVID-19 Melonjak, Warga NTB Diminta Tenang agar Ekonomi Cepat PulihWakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah/dok. Humas Pemprov NTB

Meskipun terjadi lonjakan kasus COVID-19, Wagub meminta masyarakat tetap tenang dan waspada. Kemudian masyarakat juga diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Selain itu mempercepat vaksinasi COVID-19 dan mengontrol kegiatan.

"Masyarakat harus tetap tenang biar ekonomi cepat pulih. Dan semua orang bisa berkegiatan dengan aman," imbuhnya.

Jumlah kasus COVID-19 di NTB sampai 8 Februari 2022 sebanyak 28.977 kasus. Dengan rincian, 26.943 pasien telah sembuh, 922 meninggal dunia dan 1.112 pasien masih isolasi.
Sementara kontak erat yang masih isolasi sebanyak 5 478 orang dan kasus suspek 85 orang. Selanjutnya pelaku perjalanan yang masih karantina sebanyak 49 orang.

Baca Juga: Anak Usia 13 Tahun di Mataram Setubuhi Temannya hingga Hamil

2. Siapkan isolasi terpadu

COVID-19 Melonjak, Warga NTB Diminta Tenang agar Ekonomi Cepat Pulihilustrasi pasien COVID-19 (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Wagub menyebutkan kebanyakan kasus baru COVID-19 merupakan orang tanpa gejala. Kalaupun ada pasien bergejala biasanya ringan. Sehingga lebih banyak pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Kalaupun nanti ada peningkatan kasus, kita juga pasti menyiapkan isolasi terpadu seperti sebelumnya. Jadi step-step persiapan kalau terjadi lonjakan kasus sudah kita lakukan. Tergantung kebutuhan. Begitu butuh kita siapkan," ucapnya.

3. Pembelajaran di sekolah dilakukan fleksibel

COVID-19 Melonjak, Warga NTB Diminta Tenang agar Ekonomi Cepat PulihIlustrasi siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah dengan prokes ketat (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Terkait dengan pembelajaran tatap muka di sekolah, Rohmi mengatakan dilakukan secara fleksibel. Begitu ada siswa yang terpapar COVID-19 di suatu sekolah. Maka pembelajaran dilakukan secara daring dan sekolah ditutup sementara selama 5 hari.

"Sekolah sudah terbiasa menggelar pembelajaran secara fleksibel. Begitu ada kasus pembelajaran langsung secara online. Karena kita sudah menjalani ini selama dua tahun. Jadi bukan sesuatu yang baru," tandas Rektor Universitas Hamzanwadi Selong Lombok Timur ini.

Baca Juga: ITDC Ajukan PK Kedua Sengketa Lahan Hotel Pullman Mandalika 

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya