Alih Fungsi Lahan Pertanian Jagung, Sumbawa Diterjang Banjir Bandang

Banjir meluas hingga rendam empat desa

Mataram, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa terus melakukan pendataan dampak banjir bandang yang terjadi diwilayah Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (28/3) pukul 14.00 WITA.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi di bagian hulu. Penyebab banjir juga karena banyaknya alih fungsi lahan pertanian jagung, sehingga berdampak ke pemukiman warga.

1. Banjir bandang terjang empat desa

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan BPBD Kabupaten Sumbawa mencatat data sementara peristiwa ini mengakibatkan 50 unit rumah terdampak di empat desa.

Keempat desa itu adalah Desa Empang Atas, Desa Empang Bawah, Desa Bunga Eja yang terletak di Kecamatan Empang, dan Desa Labuhan Kuris di Kecamatan Lape. Di wilayah tersebut, sedikitnya 50 KK atau 168 jiwa terdampak atas kejadian ini.

"Kondisi terkini di lapangan, banjir dilaporkan sudah mulai berangsur surut," kata Muhari.

Baca Juga: 10 Perbedaan MotoGP di Indonesia dan di Luar Negeri

2. Lakukan penanganan darurat

Alih Fungsi Lahan Pertanian Jagung, Sumbawa Diterjang Banjir BandangIlustrasi banjir (IDN Times/Mardya Shakti)

Pascakejadian, kata Muhari, petugas BPBD Kabupaten Sumbawa segera melakukan upaya penanganan darurat dengan menyiagakan tim reaksi cepat. Salah satunya evakuasi warga dan kaji cepat di lapangan.

BPBD juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memastikan keselamatan warga dan turut membantu penanganan darurat di lokasi terdampak.

Pihaknya juga sudah menerjunkan sejumlah personel. Harapannya masyarakat yang terdampak banjir bisa merasa lebih terbantu dengan kehadiran mereka.

3. Potensi banjir bandang kategori sedang hingga tinggi

Alih Fungsi Lahan Pertanian Jagung, Sumbawa Diterjang Banjir BandangIlustrasi hujan (IDN Times/Sukma Shakti)

Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Sumbawa termasuk wilayah dengan potensi banjir bandang dengan kategori sedang hingga tinggi. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini, Selasa (29/3/2022) mengenai waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Hampir semua wilayah di NTB, yaitu di sebagian wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, Kota Bima, dan Dompu pada siang hingga malam hari.

Menyikapi hal ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan aksi dini, salah satunya melakukan saling berkoordinasi antara masyarakat yang berada di kawasan hulu dengan mereka yang berada di sisi hilir.

Koordinasi dengan radio komunikasi dapat melibatkan organisasi masyarakat seperti RAPI, Orari atau penggunaan telepon selular untuk menginformasikan kondisi hujan di kawasan hulu. Ini akan membantu warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai untuk melakukan evakuasi sejak dini.

BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan pelibatan berbagai organisasi dengan peran yang dimiliki untuk menginformasikan peringatan dini kepada masyarakat. Sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari pada saat terjadi bencana.

Baca Juga: 11 Barang Pembalap MotoGP di Mandalika Akan Dilelang

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya