4.000 Tempat Tidur Ditambah Karena Lonjakan Kasus Covid-19 di NTB

Seluruh rumah sakit harus siapkan 50 persen tempat isolasi 

Mataram, IDN Times - Tambahan kasus positif COVID-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus meroket. Data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, terjadi penambahan 525 kasus positif pada Selasa (15/2/2022). Dengan meroketnya kasus COVID-19 di NTB, kapasitas ruang isolasi ditambah menjadi 4.000 tempat tidur.

Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Provinsi NTB dr. Lalu Herman Mahaputra mengatakan bahwa memang terjadi lonjakan kasus yang cukup tinggi. Tetapi dia meminta masyarakat tidak panik.

"Jangan panik. Jangan lihat kasusnya yang tinggi. Tapi lihat kesiapan faskes terutama rumah sakit. Persi NTB menyiapkan 4.000 tempat tidur," kata Herman Mahaputra yang biasa disapa Dokter Jack di Mataram, Rabu (16/2/2022).

1. Seluruh rumah sakit diminta siapkan 50 persen tempat tidur untuk pasien COVID-19

4.000 Tempat Tidur Ditambah Karena Lonjakan Kasus Covid-19 di NTBDirektur RSUD Provinsi NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dokter Jack mengatakan sebagai Ketua Persi NTB, dirinya sudah meminta seluruh rumah sakit menyiapkan 50 persen ruang rawap inapnya untuk pasien COVID-19. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi ketika banyak pasien yang harus dirawat di rumah sakit.

"Saya sudah perintahkan semua rumah sakit menyiapkan ruang rawat inapnya atau kamarnya sebesar 50 persen dari total kamarnya," terangnya.

Data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, saat ini jumlah tempat tidur rumah sakit untuk pasien COVID-19 sebanyak 1.508 kamar. Dengan rincian, tempat tidur isolasi sebanyak 1.282 dan tempat tidur intensif atau ICU sebanyak 226.

Bed occupancy rate (BOR) di NTB sebesar 3,65 persen. Dengan rincian BOR tempat tidur isolasi sebesar 3,90 persen dan BOR ICU sebesar 2,21 persen. Dengan adanya lonjakan kasus COVID-19, NTB perlu menambah kapasitas tempat tidur rumah sakit menjadi 2.089. Tetapi, kata Dokter Jack, dirinya sudah meminta agar kapasitas ditambah dua kali lipat menjadi 4.000 tempat tidur.

Baca Juga: Melonjak! Positif COVID-19 di NTB Bertambah 483 Kasus dalam Sehari

2. Pastikan ketersediaan oksigen

4.000 Tempat Tidur Ditambah Karena Lonjakan Kasus Covid-19 di NTBPemerintah Provinsi Kalimantan Barat menerima pengiriman 250 ton oksigen cair secara bertahap yang dibeli dari Sarawak, Malaysia dan diangkut dengan menggunakan ISO Tank milik PT Spectro Gas Industri untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit rujukan COVID-19 di Kalimantan Barat (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Selain menambah kapasitas tempat tidur rumah sakit, Direktur RSUD Provinsi NTB ini juga telah meminta kebutuhan oksigen juga dipersiapkan. Berdasarkan informasi dari penyedia oksigen, saat ini tersedia 1.000 tabung oksigen ukuran kecil di NTB.

"Saya mengharuskan semua rumah sakit punya tabung oksigen sendiri. RSUD NTB sendiri akan membeli 100 tabung oksigen," sebutnya.

Begitu juga Kota Mataram dan Lombok Timur harus menyiapkan minimal 100 tabung oksigen. Selain tabung oksigen, lanjut Dokter Jack, RSUD NTB juga menyiapkan oksigen cair kapasitas 11 ton.

"Sekarang ini berbeda, ketika varian Delta kita kelabakan. Kalau Delta (dulu) pasiennya sudah masuk rumah sakit baru kita bingung. Kalau sekarang beda, kita sudah siap dan antisipasi," ucapnya.

3. Pasien Omicron rata-rata sembuh 3 - 5 hari

4.000 Tempat Tidur Ditambah Karena Lonjakan Kasus Covid-19 di NTBilustrasi pasien COVID-19 (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Dia juga meminta petugas Puskesmas supaya jangan hanya mencatat kasus aktif tetapi lupa mencatat pasien yang sudah sembuh. Karena rata-rata orang yang terpapar COVID-19 varian Omicron bisa sembuh 3 - 5 hari.

Karena kebanyakan pasien COVID-19 di NTB tidak bergejala sehingga melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Yang perlu menjadi perhatian, kata mantan Direktur RSUD Kota Mataram ini, adalah lansia yang punya penyakit komorbid.

"Sehingga vaksinasi untuk lansia harus dipercepat karena ini adalah perlindungannya. Kota Mataram akan melakukan vaksinasi lansia door to door," terangnya.

Jumlah kasus COVID-19 di NTB per 15 Februari 2022 tercatat sebanyak 32.015 setelah adanya penambahan 525 kasus positif. Selain itu, jumlah pasien yang sembuh juga bertambah sebanyak 120 orang sehingga totalnya menjadi 27.276 orang.

Sedangkan pasien meninggal bertambah satu orang dari Kota Mataram. Sehingga total pasien COVID-19 yang meninggal dunia di NTB menjadi 925 orang. Sementara kasus aktif tercatat sebanyak 3.814 orang.

Baca Juga: Guru dan Siswa Terpapar COVID-19, 12 Sekolah di NTB Ditutup Sementara

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya