Residivis di Mataram Ini Curi Kendaraan dengan Modal Kunci Palsu

Terancam tujuh tahun penjara

Mataram, IDN Times - Satu unit sepeda motor dalam keadaan terkunci stang raib di seputaran Jalan Lalu Mesir Lingkungan Babakan Permai, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Korban kemudian melaporkan kehilangan itu pada Rabu (17/11/2021).

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengungkapkan, pelaku pencurian ini adalah M (35) asal Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

"Pelaku sebelumnya merupakan Residivis di tahun 2019," ujar Kadek, di Mataram, Senin (22/11/2021).

1. Gunakan kunci palsu

Residivis di Mataram Ini Curi Kendaraan dengan Modal Kunci Palsugoogle

Kadek mengatakan bahwa pelaku beroperasi menggunakan kunci motor palsu. Dia merencanakan pencuriannya dengan membuat kunci palsu terlebih dahulu.

Pelaku ini merupakan seorang residivis yang baru dua tahun keluar dari penjara. Rupanya dia tidak kapok berada di balik jeruji besi dan kembali melakukan tindak pidana.

" Pelaku mencuri motor tersebut dengan menggunakan kunci palsu," jelas Kadek Adi.

2. Motor dijual seharga Rp2 juta

Residivis di Mataram Ini Curi Kendaraan dengan Modal Kunci PalsuIlustrasi pencurian (IDN Times/Mardya Shakti)

Motor itu dijual seharga Rp 2 juta kepada orang lain yang kini masih dalam pengejaran polisi. Demikian dengan motor korban, masih dalam pencarian.

Saat ini,  baik pembeli motor maupun kendaraan yang dicuri itu belum ditemukan. Polisi mengimbau kepada pembeli itu untuk dapat menyerahkan diri ke polisi.

“Orangnya dalam pengejaran, termasuk motor korban yang dijual oleh terduga pelaku,” kata Kadek.

3. Korban rugi Rp19 juta

Residivis di Mataram Ini Curi Kendaraan dengan Modal Kunci PalsuPolisi menjelaskan penangkapan pelaku pencurian (Dok Polresta Mataram)

Korban yang melaporkan peristiwa pencurian itu mengalami kerugian kurang lebih Rp19 juta. Korban berharap kendaraan yang dibeli dengan susah payah itu bisa kembali ke tangannya. Apalagi pelaku pencurian sudah berhasil ditangkap oleh polisi

Pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Kini pelaku sdengan menjalani pemeriksaan untuk proses lebih lanjut.

"Akibat kelakukan pelaku, korban mengalami kerugian Rp 19 juta rupiah. Pelaku akan dikenakan Pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP,” kata Kadek.

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya