Anak Berusia 12 Tahun di Lombok Timur Diduga Diperkosa Bergiliran

Keluarga korban keberatan dan lapor polisi

Lombok Timur, IDN Times – Seorang anak berusia 12 tahun di Kecamatan Keruak Lombok Timur diduga telah diperkosa bergiliran. Pelaku utama adalah kekasihnya yang memaksa korban melakukan tindakan asusila itu. Ada dugaan korban digilir oleh kekasih dan rekan-rekan kekasihnya.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nicolas Usman mengatakan pihak keluarga korban telah melaporkan dugaan pemerkosaan itu pada Senin (31/1/2022) kemarin ke Polres Lombok Timur.

“Kita sudah terima laporannya,” ujar Nico, Selasa (1/2/2022).

1. Diduga diperkosa pacar korban

Anak Berusia 12 Tahun di Lombok Timur Diduga Diperkosa Bergilirannydailynews.com

Nico mengatakan korban diduga diperkosa oleh pacar bersama rekan pacar korban. Meski demikian, polisi masih mendalami keterlibatan rekan-rekan pelaku yang diduga turut melakukan pemerkosaan kepada korban.

“Kami belum tahu kronologinya, yang jelas sudah masuk laporannya,” ujar Nico. 

Dari salah satu sumber, korban diperkosa di rumah nenek pelaku. Korban sempat dipaksa berhubungan asusila. Korban sempat menolak, namun pelaku memaksa korban berbuat asusila kepada korban.

Baca Juga: Taman Hiburan Loang Baloq, Ikon Wisata Baru di Kota Mataram 

2. Pelaku masih didalami

Anak Berusia 12 Tahun di Lombok Timur Diduga Diperkosa BergiliranPexels.com/ Alan Cabello

Nico mengatakan, Polres Lombok Timur masih mendalami laporan keluarga korban. Dia membenarkan bahwa korban masih berusia 12 tahun. 

“Kita masih dalami. Terkait digilir atau tidak oleh pacar dan rekan pacar korban itu masih kita dalami,” katanya. 

Pihaknya belum memastikan apakah informasi itu benar atau tidak. Sementara ini, polisi masih memeriksa keterlibatan berbagai pihak yang dalam kasus ini. Termasuk memeriksa pacar korban dan mendalami keterangan dari korban.

3. Korban sudah ditangani LPA Lombok Timur

Anak Berusia 12 Tahun di Lombok Timur Diduga Diperkosa BergiliranIlustrasi hukum (IDN Times/Arief Rahmat)

Anggota Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lombok Timur Fania Rizky Erni mengaku bahwa korban kemungkinan akan datang hari ini untuk menjalani proses pemeriksaan. Pihaknya akan memberikan pendampingan kepada korban.

"Mungkin hari ini dia (korban) datang," kata Erni.

Terkait korban yang diduga mengalami pendarahan, pihak LPA belum bisa memastikan karena belum bertemu dan memeriksa korban. LPA juga belum menerima hasil visum dari korban. Sehingga semua hal akan dipastikan pada saat pemeriksaan bersama kepolisian nanti.

"Kami belum ketemu orangnya. Jadi belum berani menyimpulkan," pungkasnya.

Kabarnya korban akan menjalani pemeriksaan kesehatan atau visum pada Kamis (3/2/2022) di Lombok Timur. Hasilnya akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Residivis di Lombok Utara ini Bobol Rumah dan Curi Celana Dalam

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya