Comscore Tracker

Fakta-fakta tentang Suku Mbojo di Bima

Ada dou mbojo dan dou donggo

Bima, IDN Times - Suku Mbojo merupakan salah satu yang mendiami pulau Sumbawa yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu di Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima. Istilahnya nama Mbojo adalah penyebutan dari kata Bima yang menjadi bahasa daerah dari wilayah tersebut.

Mbojo juga bisa dikatakan sebagai suku asli dari daerah Bima atau dou Mbojo (Orang Mbojo). Sehingga Mbojo secara umumnya penyebutan pada salah satu suku yang ada di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Berikut beberapa fakta tentang Suku Mbojo yang wajib diketahui.

1. Dou donggo dan dou mbojo

Fakta-fakta tentang Suku Mbojo di Bimatravel.kompas.com

Melihat dari garis historisnya, bahwa Mbojo mempunyai 2 pembagian kelompok terhadap orang Mbojo. Dua kelompok itu adalah kelompok penduduk asli Suku Mbojo atau dou donggo dan kelombok orang asli Bima atau dou mbojo.

1. Kelompok penduduk asli suku mbojo atau dou donggo
Sebutan untuk penduduk asli sering dikenal dengan dou Donggo yang menghuni area barat teluk dan menyebar di lembah hingga gunung. Terdapat penelitian yang mengatakan bahwasanya dou Donggo serta penduduk Bima ini terdapat di sebelah timurnya laut Teluk Bima.

Dari penelitian yang dilakukan untuk masyarakat Bima menunjukkan adanya kecenderungan persamaan orang Sasak Bayan di wilayah Lombok. Orang Donggo serta Sasak Bayan mempunyai ciri yang sama yakni rambutnya pendek bergelombang, keriting hingga kulit memiliki warna gelap.

2. Kelompok orang bima atau dou mbojo
Kelompok orang Bima menghuni area pesisir pantai dengan ras bangsa campuran antara Bugis dan Makassar yang mempunyai ciri khas rambut lurus sebagai orang Melayu. Pada catatan kitab BO menyatakan adanya keberadaan para ncuhi dari Hindia Belanda yang mengawali penduduk di pesisir pantai.

Bahasa Bima masih mempunyai kesamaan dengan bahasa Jawa Kuno yang digunakan oleh penduduk asli dalam bahasa Tarlawi, Donggo dan Kolo. Meskipun masih ada namun pengucapan sudah mengalami perubahan, ada juga yang tetap tetapi mempunyai arti berbeda.

Baca Juga: Melihat Sunrise dari Puncak Bukit Pundu Nence di Bima

2. Bahasa daerah

Fakta-fakta tentang Suku Mbojo di Bimaindikatorbima

Melihat dari perkembangan sejarahnya bahasa Bima terdapat 2 kelompok, di antaranya:

1. Kelompok bahasa bima lama
Bahasa Bima lama seperti halnya bahasa Donggo yang digunakan oleh penduduk Donggo Ipa yang tinggal di pegunungan barat teluk yaitu desa Padende, Kala, Kananta, Mbawa dan Doridungga. Bahwa Tarlawi digunakan penduduk Donggo Ele yang tinggal di pegunungan Wawo Tengah yaitu desa Kuta, Tarlawi, Teta, Sambori dan Kalodu. Bahasa Kolo digunakan penduduk di desa Kolo sebelah timurnya Asakota.

2. Kelompok bahasa bima baru
Secara umumnya disebut dengan Nggahi Mbojo. Bahasa Bima baru yang kerapkali dipergunakan oleh masyarakat umum di daerah Bima. 

Bahasa Nggahi Mbojo menjadi bahasa ibu yang digunakan setiap hari oleh penduduk Bima. Sedangkan untuk masyarakat lama bahasa Bima mempunyai fungsi untuk bahasa pengantar melakukan komunikasi dengan orang luar yang bukan dari kalangan mereka.

3. Aksara bahasa bima

Fakta-fakta tentang Suku Mbojo di BimaPakaian adat Suku Mbojo bernama Sambolo (ragamindonesiatimur.wordpress.com)

Pada umumnya aksara yang digunakan pada bahasa Bima mempunyai kesamaan dengan aksaranya Bahasa Makassar Kuno. Jika kedua aksara itu dilakukan perbandingan dengan aksara Sansekerta. Dapat dipastikan bahwa asalnya kedua aksara dari Sansekerta.

Bahasa Bima mempunyai tingkatan yang dibagi menjadi 3 bagian tingkat yaitu tingkat halus atau bahasa istana. Juga terdapat tingkat menengah yang digunakan sehari-hari dan terakhir tingkat bahasa rendah atau kasar.

Itulah tadi pembahasan mengenai Suku Mbojo dengan berbagai kelompok penduduk dan penggunaan bahasa. Sebagai suku yang sudah ada di Bima sejak lama, keberadaan Mbojo tidak lepas dari pembawaan sejarah.

Baca Juga: Mengenal Tari Wura Bongi Monca dari Bima

Topic:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya